Mendag: Impor Beras Untuk Perkuat Stok

"Yang pasti dengan meningkatkan kebutuhan pasar maka akan kita gelontorkan dalam operasi pasar yang akan lebih masif lagi, untuk stabilisasi harga kita pakai dulu semua stock yang ada, dan untuk impor untuk buffer stok kita pertahankan"

Mendag: Impor Beras Untuk Perkuat Stok


Telegraf, Jakarta – Naiknya harga beras di 3 bulan terakhir ini menggugah Kementrian Perdagangan terus lakukan operasi pasar untuk memastikan harga-harga dipasaran tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Terkait impor beras yang dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan akan digunakan untuk memperkuat stok dan diharapkan petani jangan khawatir bahwa Bulog akan menyerap gabah sesuai dengan ketentuan Intruksi Presiden (Inpres) No 5 tahun 2015.

“Yang pasti dengan meningkatkan kebutuhan pasar maka akan kita gelontorkan dalam operasi pasar yang akan lebih masif lagi, untuk stabilisasi harga kita pakai dulu semua stok yang ada, dan untuk impor untuk buffer stock kita pertahankan,” ungkap Enggar saat meninjau Gudang Bulog di Kelapa Gading Jakarta Utara.

Enggar menjelaskan seluruh pedagang pasar tradisional terus akan kita tingkatkan lagi dengan mengisi beras Bulog dengan harga yang sudah ditetapkan dengan tidak lebih dari HET.

“Kalau ada gabah pasti kita serap, jangan khawatir, petani tidak mungkin ditinggal dan dirugikan, walaupun ada dan tidak ada beras impor,” jelas Enggar.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan beras impor yang masuk ke Bulog hingga akhir Februari 2018 ini sebanyak 261 ribu ton.

“Karenakan ini bergerak terus, sampai akhir bulan ini 261 ribu ton per data eks impor yang masuk ke gudang termasuk gudang ini,” kata Djarot sebelum lakukan kunjungan ke beberapa gudang dan pasar di Indramayu dan Cirebon.

Baca Juga :   Pandemi Covid-19 Tak Halangi Pertumbuhan Kredit dan Laba BTN Pada Kuartal II 2021

Djarot menambahkan beras impor untuk cadangan dimana untuk mengisi shortage antara produksi dengan konsumsi. “secara teoritis kita akan mencoba menahan cadangan dikisaran 1 juta untuk sewaktu waktu terjadi defisit maka kita akan suplai,” terangnya. (Red)


Photo Credit : Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, didampingi Dirut Bulog Djarot Kusumayakti dan Kepala Perpadi Sutarto Alimoeso,  saat meninjau Gudang Bulog di Kelapa Gading Jakarta Utara. | Telegraf/Atti kurnia

Atti K.

close