Len Industri Tanam 10.000 Pohon Kopi Serta Targetkan Pendapatan Rp 4,2 Triliun

Len Industri Tanam 10.000 Pohon Kopi Serta Targetkan Pendapatan Rp 4,2 Triliun

“Sebagai BUMN, pelaksanaan program CSR Perseroan tidak mengejar keuntungan, tetapi memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat serta lingkungan tempat dimana perusahaan beroperasi. Harapan kami yakni terciptanya hubungan yang harmonis antara Perusahaan dengan lingkungan dan memberikan manfaat untuk masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam menghijaukan Indonesia,"

Len Industri Tanam 10.000 Pohon Kopi Serta Targetkan Pendapatan Rp 4,2 Triliun


Telegraf, Bandung – Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Zaky Gamal Yasin, bersama jajaran manajemen serta direksi anak perusahaan dan Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan secara simbolis menanam Pohon Kopi Gunung Puntang di Desa Mekar Jaya , Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Senin (29/01/2018).

Kopi Gunung Puntang Jawa Barat dikenal sebagai Kopi Juara Dunia karena menjadi juara dalam Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat, 14-17 April 2016 bersama 5 jenis kopi lainnya asal Indonesia.

“Tujuan penanaman 10.000 pohon kopi ini yaitu untuk mendukung komoditi lokal kopi Gunung Puntang yang mendunia serta mensejahterakan para petani warga desa Mekar Jaya” tutur Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan.

CSR Len yang mengusung tagline “Go Green, Go Smart, Go Welfare” dengan visinya “Maju Bersama Masyarakat Mewujudkan Kehidupan Harmonis dan Sejahtera” merupakan wujud kepedulian Len kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya agar menjadi komitmen dan tanggung jawab perusahaan dalam menerapkan kebijakan usaha Len.

“Sebagai BUMN, pelaksanaan program CSR Perseroan tidak mengejar keuntungan, tetapi memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat serta lingkungan tempat dimana perusahaan beroperasi. Harapan kami yakni terciptanya hubungan yang harmonis antara Perusahaan dengan lingkungan dan memberikan manfaat untuk masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam menghijaukan Indonesia,” kata Direktur Utama PT Len Industri Zaky Gamal Yasin.

Penanaman pohon kopi ini merupakan salah satu kegiatan CSR PT Len Industri. Selain itu, perseroan juga memiliki program lainnya seperti pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan drainase serta BUMN Mengajar dan program tanggap darurat bencana alam. Len Industri sudah melakukan penanaman berbagai jenis pohon sejak tahun 2012 dan terus menanam setiap tahunnya sampai tahun 2018 ini sudah ratusan ribu pohon di tanam di wilayah kabupaten Bandung.

PT Len Industri Pasang Target Pendapatan Rp 4,2 triliun Pada 2018

Dalam rencana kerja tahun ini, PT Len Industri menargetkan pendapatan perusahaan sebesar Rp 4,2 triliun. Target tersebut diyakini bisa tercapai mengingat sejak 2016 perseroan terus menunjukkan tren peningkatan kinerja yang positif.

Sepanjang 2017 saja, perusahaan telah berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 3,7 triliun. Angka tersebut meningkat 13,64% dari RKAP 2017.

“Untuk tahun 2018 ini, kami juga menargetkan laba sebesar Rp 118 miliar. Strateginya adalah memperluas pasar swasta atau Non APBN, pengembangan bisnis kreatif, standarisasi prosedur pengelolaan proyek, optimalisasi pemanfaatan teknologi sistem informasi serta evaluasi struktur dan standar biaya proyek,” kata Direktur Utama PT Len Industri Zaky Gamal Yasin.

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

Zaky menuturkan, dari pendapatan Len di tahun 2017 yang mencapai Rp 3,7 triliun, persentase terbesar berasal dari kontribusi sistem persinyalan kereta api, berikutnya sektor Teknologi Informasi, diikuti sektor pertahanan dan sektor Energi. Kita juga menyiapkan dana investasi untuk ekspansi bisnis tahun 2018 sebesar Rp 545 miliar. Sementara untuk nilai aset, hingga saat ini total aset PT Len Industri sudah mencapai Rp 5 triliun.

“Peningkatan loyalitas pelanggan dan eksistensi perusahaan melalui citra yg positif dalam penanganan proyek, penawaran solusi sistem yg terbaik, kehandalan produk dan responsif terhadap keluhan maupun aspirasi seluruh stakeholder juga kita perhatikan,” jelasnya.

Tentang Len Industri

Didirikan sejak tahun 1965, LEN (Lembaga Elektroteknika Nasional) kemudian bertransformasi menjadi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun 1991. Sejak saat itu, Len bukan lagi merupakan kepanjangan dari Lembaga Elektroteknika Nasional (LEN), tetapi telah menjadi sebuah entitas bisnis profesional dengan nama PT Len Industri (Persero).

Saat ini Len berada di bawah koordinasi Kementerian Negara BUMN dengan kepemilikan saham 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia. Selama ini, Len telah mengembangkan bisnis dan produk-produk dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana, serta telah menunjukkan pengalaman dalam bidang :
• Sistem Persinyalan Kereta Api di berbagai jalur kereta api di Indonesia.
• Jaringan infrastruktur telekomunikasi yang telah terentang baik di kota besar maupun daerah terpencil.
• Elektronika untuk pertahanan, baik darat, laut, maupun udara.
• Broadcasting, selama lebih dari 30 tahun, dengan ratusan Pemancar TV dan Radio yang telah terpasang di berbagai wilayah di Indonesia.
• Sistem Elektronika Daya untuk kereta api listrik.
• Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang telah terpasang diberbagai pelosok Indonesia. (Red)

Photo Credit : Dok/Len Industri


 

KBI Telegraf

close