Laba BNI Syariah Tumbuh 10,6 Persen Pada 2017

"Aset perseroan tahun 2017 mencapai Rp34,82 triliun atau naik sebesar 23% dari tahun 2016, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19%. Adapun dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp23,60 triliun atau naik 15,14% sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16%,"

Laba BNI Syariah Tumbuh 10,6 Persen Pada 2017


Telegraf, Jakarta – PT Bank BNI Syariah mencatat pertumbuhan posisi sepanjang tahun 2017. Laba anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk itu tumbuh 10,6 persen menjadi Rp306,68 miliar dari Rp277,38 miliar di tahun sebelumnya.

“Aset perseroan tahun 2017 mencapai Rp34,82 triliun atau naik sebesar 23% dari tahun 2016, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19%. Adapun dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp23,60 triliun atau naik 15,14% sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16%,” kata Plt. Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo pada saat melakukan konferensi pers di gedung BNI Syariah, Selasa (27/02/2018).

Pertumbuhan positif BNI Syariah selama 2017 tentunya juga didukung dengan kualitas pembiayaan yang dapat terjaga di angka 2,89 persen dibawah rata-rata industri yang mencapai 4,77 persen.

Sepanjang tahun 2017, BNI Syariah melaporkan aset perusahaan yang mencapai Rp34,82 triliun atau mengalami kenaikan 23,0 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,0 persen.

Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp23,60 triliun atau naik 15,14 persen sejalan dengan pertumbuhan industri sebesar 15,16 persen.

Sementara itu, komposisi pembiayaan tahun 2017 disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp12,16 triliun (51,5 persen).

Kemudian pembiayaan lain yang juga mengalami pertumbuhan adalah segmen kecil dan menengah sebesar Rp5,13 triliun (21,7 persen), segmen komersial Rp4,53 triliun (19,2 persen), segmen mikro Rp1,40 triliun (5,9 persen) , dan produk unggulan Hasanah Card Rp371,62 miliar (1,7 persen).

“Harapan kita kedepan porsi pembiayaan produktif lebih berimbang dengan porsi pembiayaan konsumtif,” ujarnya.

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp29,38 Triliun atau naik 21.2 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 19,8 persen dengan jumlah nasabah sebesar 2.5 juta. Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 51.60 persen.

Kepercayaan atas kinerja BNI Syariah juga diwujudkan oleh BNI lnduk yang telah melakukan penambahan modal di tahun 2017 sebesar Rp1 Triliun. Suntikan modal tersebut bertujuan untuk meningkatkan rasio permodalan BNl Syariah menjadi 0.14%, menopang pertumbuhan bisnis pembiayaan serta untuk pengembangan infrastruktur lT termasuk digital banking.

Baca Juga :   Mau Lakukan Perjalanan Pada 21-25 Juli, Ini Syaratnya

Hal ini sejalan dengan komitmen BNI Syariah untuk terus mengikuti perkembangan era digital yang bergerak dinamis. Berbagai carapun terus dikembangkan BNI Syariah diantaranya melalui pendekatan social media engagement, aplikasi digital banking (Hasanah Digital Lifestyle, Wakaf Hasanah, Hasanah Personal) dan pemanfaatan produk digital payment BNI Yap (Your All Payment) serta terus melakukan pengembangan produk yakni BNI Griya Swakarya iB Hasanah, Official Card for Halal Tourism bagi pemegang kartu Hasanah Card.

BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner, berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Terutama dari sisi pengelolaan keuangan syariah. Selain itu, dengan adanya berbagai pendekatan digital dan customer engagement, pihak BNI Syariah optimis bahwa perluasan customer based perbankan syariah dapat terus meningkat dan pemanfaatan produk digital payment BNI Yap (Your All Payment) serta terus melakukan pengembangan produk yakni BNI Griya Swakarya iB Hasanah, Official Card for Halal Tourism bagi pemegang kartu Hasanah Card.

Sementara itu direktur bisnis, Dhias Widhiyati menambahkan, BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner, berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Terutama dari sisi pengelolaan keuangan syariah. “Dengan adanya berbagai pendekatan digital dan customer engagement, kami optimistis bahwa perluasan customer based perbankan syariah dapat terus meningkat,” jelasnya. (Red)


Photo Credit : BNI Syariah mencatat pertumbuhan posisi sepanjang tahun 2017. Laba anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk itu tumbuh sebesar 10,6 persen. | Telegraf/Koes W. Widjojo

KBI Telegraf

close