Kunjungan Raja Salman dan Momentum Menyatukan Tokoh Politik

Kunjungan Raja Salman dan Momentum Menyatukan Tokoh Politik

"Para mantan presiden dan wakil presiden kami undang. Siapa tahu hubungan dua mantan presiden (Megawati dan SBY) itu bisa kembali mesra,"

Kunjungan Raja Salman dan Momentum Menyatukan Tokoh Politik


Telegraf, Jakarta – Moment kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Indonesia, tidak disia-siakan oleh DPR, Salman dijadwalkan untuk melakukan kunjungan ke Gedung DPR RI untuk menyampaikan pidato politiknya pada hari ini, (2/3/2017).

Dengan adanya agenda tersebut maka sejumlah petinggi negara pun ikut diundang untuk mendengarkan pidatonya yang akan diselenggarakan di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2017) hari ini.

Serasa tepat memang, adanya rencana DPR akan menggunakan momentum tersebut untuk menginisiasi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar segera bisa menyatukan kembali mereka, sebagaimana bukan menjadi hal yang rahasia lagi, jika keduanya, SBY dan Mega saling berdiam diri dan bahkan terus berseteru secara politis bahkan hubungan terus memanas pasca tepilihnya SBY sebagai Presiden di Pilpres 2004.

Parlemen berencana akan mempertemukan keduanya. Pertemuan dikemas dalam format undangan kepada para mantan Presiden untuk menghadiri pidato Raja Salman. Undangan untuk Mega dan SBY pun sudah dilayangkan beberapa waktu lalu.

“Para mantan Presiden dan wakil Presiden kami undang. Siapa tahu hubungan dua mantan Presiden (Megawati dan SBY) itu bisa kembali mesra,” ujar Wakil Ketua DPR Fadli Zon usai meninjau persiapan penyambutan Raja Salman di gedung DPR Senayan, Rabu (1/3/2017).

“Yang jelas diundang mantan Presiden, wakil Presiden, mantan ketua DPR dan lain sebagainya,” terang Fadli.

“Kalau nggak salah Pak Prabowo rencananya akan hadir,” tambah Fadli saat itu.

Yang diundang untuk menghadiri pidato itu sebenarnya bukan cuma Mega yang merupakan Presiden ke-5 dan SBY sebagai Presiden ke-6. Presiden ke-3 RI BJ Habibie juga diundang. Namun, tentunya kehadiran Mega dan SBY sangat ditunggu-tunggu. Sebab, selama ini hubungan keduanya tidak pernah cair. Keduanya selalu berlawanan dalam pertarungan politik, selain juga susah untuk dipertemukan. Jika dalam satu acara SBY ada maka Megawati tidak ada, begitu juga sebaliknya.

Selain mengundang para mantan Presiden dan wakil Presiden, DPR juga mengundang berbagai tokoh agama, mantan ketua DPR, dan pimpinan partai politik untuk menghadiri acara tersebut. Salah satu tokoh yang sudah mengkonfirmasi akan hadir dalam acara tersebut adalah Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Red)

Photo credit : Rahmat


KBI Telegraf

close