Kuartal Pertama 2018 Laba Astra Turun 2 Persen

"Laba bersih bank permata untuk kuartal pertama sebesar Rp164 miliar menurun dibanding perolehan tahun lalu yaitu Rp453 miliar, dimana tahun lalu di topang oleh one-off afain atas penjualan non-performing loan dan rasio kredit bermasalah kotor (Gross NPL) dan bersih (net NPL) relatif stabil sebesar 5,6 dan 1,7 persen"

Kuartal Pertama 2018 Laba Astra Turun 2 Persen


Telegraf, Jakarta – PT Astra Internasional Tbk mencatatkan laba bersih turun sebesar 2 persen di kuartal pertama 2018 setara dengan Rp 4,9 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang menunjukan Rp5.0 triliun.

Penurunan laba ini disebabkan beberapa segmen bisnis Astra mengalami sedikit penurunan seperti laba bersih otomotif grup menurun 8 persen yaitu Rp2,1 triliun yang di sebabkan meningkatnya kompetensi di pasar mobil.

Hal itu di ungkapkan Presiden Direktur Utama Prijono Sugiarto usai lakukan Rapat umum pemegang saham di kantor barunya Jl Jend.Sudirman Jakarta.

Menyusul otomotif laba di sektor jasa kuangan juga mengalami penurunan 6 persen yaitu sebesar Rp1,1 triliun di banding tahun lalu, ini di sebabkan oleh penurunan kontribusi dari PT bank Permata Tbk ( bank Permata).

“Laba bersih bank permata untuk kuartal pertama sebesar Rp164 miliar menurun dibanding perolehan tahun lalu yaitu Rp453 miliar, dimana tahun lalu di topang oleh one-off afain atas penjualan non-performing loan dan rasio kredit bermasalah kotor (Gross NPL) dan bersih (net NPL) relatif stabil sebesar 5,6 dan 1,7 persen,” tutur Prijono.

Yang juga mempengaruhi laba menurun di sektor pejualan mobil Astra menurun sebesar 12 persen menjadi 142.000 unit, ini disebabkan kompetisi yang semakin ketat sehingga pasar Astra menurun hingga 57 persen menjadi 49 persen padahal telah menluncurkan model baru dan dua model revamped selama periode tersebut.

Baca Juga :   Zipmax Tawarkan Crypto Currency Transparan

Sementara untuk penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) menunjukan sebesar 1,1 juta unit, ini masuk dalam kategori stabil yang disebabkan pengelolaan inventori dalam rangka peluncuran beberapa model utama.

Untuk sektor bisnis perusahaan Asuransi Umum Grup yaitu PT Asuransi Astra Buana mencatat peningkatan laba sebesar 15 persen setara dengan Rp247 miliar peningkatan ini di topang investasi dimana perusahaan patungan dengan asuransi jiwa grup PT Asra Aviva life yang menambah 78.000 nasabah baru asuransi jiwa perorangan serta 411 ribu nasabah baru asuransi program kesejahteraan karyawan. (Red)


Photo Credit : Presiden Direktur Utama Prijono Sugiarto. | Telegraf/Atti Kurnia

Atti K.

close