KTT IORA, Draft Jakarta Concord Bukti Kesuksesan Indonesia

Tanggal:



Telegraf, Jakarta – Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Asosiasi Lingkar Samudera Hindia (KTT IORA) menjadi bukti kesuksesan keketuaan Indonesia pada organisasi tersebut.

Pertemuan para pejabat setingkat menteri negara-negara anggota Indian Ocean Rim Association (IORA) telah menghasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya dihasilkannya dokumen di antaranya Jakarta Concord, juga Rencana Aksi IORA yang memuat aksi konkret untuk melaksanakan Jakarta Concord, dan Deklarasi IORA untuk Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Jakarta Concord yang merupakan dokumen utama hasil pertemuan IORA, berisi panduan teknis IORA ke depan dalam menghadapi tantangan di kawasan, diharapkan akan memberikan arah yang jelas bagi kerja sama antarnegara anggota Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) di masa depan.

“Jakarta Concord memuat panduan yang menambah dan menguatkan kerja sama IORA. Selain menambah 6 isu utama, Jakarta Concord juga mendorong tiga isu baru yang penting untuk kerja sama di masa mendatang, antara lain blue economy, pemberdayaan perempuan, dan promosi demokrasi,” kata Retno Marsudi dalam konferensi pers di Ruang Cendrawasih 1, Jakarta Convention Center (JCC), Senin (06/03/2017).

Pertemuan para menteri IORA, lanjut Menlu, juga menghasilkan kesepakatan untuk  mengadopsi rencana aksi IORA yang memuat langkah konkret dan pengukuran, dimana para anggota IORA akan mengimplementasikan komitmen dari Jakarta Concord dalam empat kelompok kerja. Keempat kelompok itu adalah  di  keselamatan dan keamanan maritim, pariwisata dan pertukaran budaya, blue economy, dan pemberdayaan perempuan.

Pertemuan ini, lanjut Menlu, juga mengadopsi deklarasi IORA pertama untuk Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme dengan Kekerasan.  “Ini adalah komitmen bersama dari anggota IORA untuk melawan ancaman terorisme dan ekstremisme dengan kekerasan melalui kerja sama dan dialog, dan sharing dari expertise, best practice dan lesson learned. Selain juga mendorong pesan moderasi dan toleransi,” ujarnya.

Sebagai bangsa maritim, Menlu Retno Marsudi mengemukakan, Indonesia memainkan peran penting di samudera Hindia. Sejak 2015, Indonesia telah menguatkan kerja sama keamanan dan stabilitas untuk mengembangkan infrastruktur maritim, mendekatkan negara, memperbaiki manajemen bencana dan menguatkan kebiasaan dialog dan diplomasi di kawasan ini.

Menlu percaya bahwa usaha ini merefleksikan Jakarta Concord dan sejalan dengan tujuan IORA untuk mendorong kesejahteraan ekonomi.

Saat memberikan keterangan pers itu, Menlu Retno Marsudi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Afrika Selatan (Afsel) Maite Nkoana Mashabane, dan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop.

Baca Juga :   Via Medsos, Alumni GMNI Akan Perkuat Narasi Kebangsaan

Dalam kesempatan ini, Retno juga menyampaikan bahwa ini adalah kesempatan unik dimana 3 perempuan memimpin the council of minister di IORA. Selain itu, isu pemberdayaan perempuan menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam IORA ini.

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dimaksudkan untuk meningkatkan komitmen negara-negara anggota IORA untuk menciptakan keamanan dan stabilitas kawasan demi kesejahteraan bersama.

KTT IORA yang mengangkat tema “Strengthening Maritime Cooperation for a Peaceful, Stable, and Prosperous Indian Ocean” ini merupakan pertemuan IORA tingkat Kepala Negara/Pemerintahan yang pertama kali diselenggarakan sejak didirikan 20 tahun yang lalu.

KTT ini dihadiri oleh 21 negara anggota IORA, 7 mitra wicara IORA, dan sejumlah organisasi internasional dan negara tamu yang memiliki ikatan kuat dengan Samudra Hindia.

“Fakta bahwa kita mengikuti pertemuan yang sangat signifikan hari ini membuktikan bahwa di bawah keketuaan Indonesia, IORA telah mencapai tingkat kedewasaan yang baru sebagai sebuah organisasi,” kata Bishop

Pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) IORA di Padang, Sumatera Barat, 2015 lalu, Indonesia sebagai ketua IORA 2015-2017 mengusulkan KTT Peringatan 20 tahun IORA yang diselenggarakan pada 5-7 Maret 2017 di Jakarta Convention Center (JCC).

“Kami ucapkan selamat kepada Indonesia atas agenda yang sangat ambisius untuk IORA. Australia sebagai ketua IORA dari 2013 hingga 2015 juga dengan senang hati mendukung Indonesia untuk memperkuat IORA,” lanjut dia.

Menurut Menlu Australia, Indonesia dalam KTT IORA juga telah berhasil membawa isu pencegahan dan pemberantasan terorisme dan radikalisme yang penting bagi kawasan dan global.

Menlu Bishop hadir di Jakarta dalam rangka menghadiri KTM IORA 2017 di JCC, Senin, bersama para menteri terkait dari 21 negara anggota dan tujuh negara peninjau IORA.

Di sela-sela pertemuan IORA, Bishop melakukan kunjungan kehormatan kepada Wapres RI, pertemuan bilateral dengan Menlu RI Retno Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. (Red)

Photo credit : Jay


Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...

Membangun Generasi Emas Di Era Digital

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama...

Penyaluran Kredit Bank BTN di Wilayah Timur Indonesia Capai 171 Persen

Telegraf - Program Bank Tabungan Negara (BTN) Solusi yang...

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dapatkan Apresiasi Dari PBB

Telegraf - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia mendapatkan apresiasi...