Koperasi Madani, Menghidupkan Mayat Hidup

"Islamic Teacherpreneursip merupakan model pembelajaran hidup yang mengajarkan bagaimana seorang pendidik menjadi pebisnis yang Islami, dan mengajarkan pebisnis yang mendidik secara Islam",

Koperasi Madani, Menghidupkan Mayat Hidup

Telegraf, Purwakarta – Madani Institute menggelar pelatihan Islamic Teacherpreneurship di Kampus Madani Kids Purwakarta yang berada di lingkungan Pesantren Madani pada Sabtu, 13 September 2018. Pelatihan yang diikuti oleh lebih dari 50 orang guru, pengusaha dan mahasiswa dari Jakarta, Bandung, Cirebon dan Purwasuka tersebut diisi oleh Philoshopy of Doctor dari Universiti Kebangsaan Malaysia yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, yaitu Dr. Robi Nurhadi.

“Islamic Teacherpreneursip merupakan model pembelajaran hidup yang mengajarkan bagaimana seorang pendidik menjadi pebisnis yang Islami, dan mengajarkan pebisnis yang mendidik secara Islam”, ujar Robi Nurhadi pada telegraf.co.id

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan tersebut menjadi sangat penting karena keadaan yang memprihatinkan, yaitu ada orang berilmu tapi lemah ekonominya dan ada yang kuat ekonominya tapi lemah ilmunya. Dengan melihat jumlah umat Islam Indonesia yang sangat besar di dunia, Robi mengumpamakan keadaan tersebut seperti mayat hidup, yaitu ada dan besar tetapi tidak berdaya. Akibatnya menurut Robi, secara ekonomi umat Islam tidak berdaya.

Dalam pelatihan tersebut juga Robi merilis data dari Credit Suisse Global Wealth Report tahun 2016 yang menyebut bahwa 49 persen kekayaan Indonesia dimiliki oleh 1 persen warga Indonesia saja. Karena itu wajar menurut Robi apabila 29 juta warga Indonesia berada di garis kemiskinan dan 68 juta terancam miskin, dimana mayoritasnya adalah penduduk beragama Islam.

Menurut Dr Robi Nurhadi yang juga Pengasuh Pesantren Madani, dunia berharap bahwa Muslim Indonesia bisa memimpin pembangunan dari Dunia Timur. Karena itu, saatnya kita menghidupkan “mayat hidup” itu.

“Kita bangun armada ekonomi umat yang besar, cerdas, dan akseleratif, melalui pembangunan koperasi syariah yang salah satu agendanya adalah membeli perusahaan-perusahaan besar yang sehat dan memiliki kinerja bagus. Dengan begitu, kita terhindar dari perangkap dunia bisnis yang seringkali menyasar kelemahan manajemen usaha umat Islam, baik secara perorangan maupun kelompok, pasca spirit ekonomi umat lahir seiring lahirnya gerakan 212”, tambah Robi sambil menunjukkan beberapa data pendukungnya.

Mengakhiri penutupan trainingnya, Dr Robi Nurhadi mengajak umat Islam untuk bergabung di Koperasi Madani. “Insya Allah, kita kembalikan Indonesia Kita!”, ajak Robi penuh semangat. (Red)


Share



Komentar Anda