Kementan: Tiga Tahun Raih Swasembada Pangan

Kementan: Tiga Tahun Raih Swasembada Pangan

"Hari ini kita sudah bias mengatakan swasembada beras, bawang, jagung dan cabe, 4 komoditas selesai stock kita aman ke depan, selanjutnya focus lagi rempah, bawang putih dan gula serta kedelai"

Kementan: Tiga Tahun Raih Swasembada Pangan


Telegraf, Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengklaim bahwa Indonesia swsembada 4 komoditas pangan sepetti beras, jagung, bawang dan cabe, hal itu di ungkapkan usai melakukan rapat kordinasi gabungan ketahanan pangan dan evaluasi UPSUS tahun 2017.

“Hari ini kita sudah bisa mengatakan swasembada beras, bawang, jagung dan cabe, 4 komoditas selesai, stock kita aman ke depan, selanjutnya focus lagi rempah, bawang putih dan gula serta kedelai,” ungkapnya, Rabu, (03/01/2017).

Amran mengatakan pertanian dan bulog bersinergi dalam ketahanan pangan dalam penyerapan dari petani saat penen, dengan sebanyak banyaknya pada bulan maret hingga april dimana januari adalah masuk panen puncak, untuk stock masih dalam posisi aman, sementara target penyerapan mendatang adalah 16 ribu ton.

Amran menegaskan dalam sektor pertanian terdapat paradigma baru dimana menghapus paceklik dengan cara menanam 3 bulan sebelum datang waktu paceklik. Dimana selama 70 tahun musim paceklik itu selalu datang.

Amran mencontohkan penambahan pompanisasi dari daerah sungai seperti Bengawan Solo dan Simanuk, embung, sumur dalam dan sumur dangkal serta mengoptimalkan air hujan, selain itu juga memperbaiki iriasi irigasi tersier serta menyiapkan alat mesin pertanian dimana sudah tersalurkan 300 ribu yunit higga hari ini.

“Jadi kita mengoptimalkan air hujan yang ada di Indonesia caranya adalah memberikan pompa dan seterusnya yang tadi, kemudaian memperbaiki jaringan irigasi tersier 3,5 juta hektar, menyiapkan alat mesin pertanian 300 ribu yunit sampai hari ini,” tuturnya.

Sementara Kepala Bulog Andrianto Wahyu Adi menjelaskan untuk penyerapan kita menunggu penugasan, dikarenakan akan diarahkan untuk komersial maka harga bisa diatas Harga pokok penjualan (HPP), tetapi bulog memastikan mutu, dimana kedepan Bulog tidak mau mendengar bahwa beras Bulog kuning dan bau.

“Penyaluran kami tentu akan lebih ke arah komersial karena itu yg namanya mutu akan kami perhatikan sekali, misalnya yg namanya medium, kadar airnya berapa, kadar menirnya berapa itu akan kami seleksi,” jelasnya.

Andrianto mengatakan target untuk penyerapan pada panen raya nanti sebanyak 2,7 juta ton untuk internal, sementara untuk target dari Kementan adalah 3,7 juta ton. Ini akan menjadi tolak ukur dan sebagai tantangan dan bulog akan mengiring harga yang menguntungkan terhadap petani. (Red)

Photo Credit :Telegraf/Atti Kurnia


Atti K.

close