Kejar Target Bisnis 2018 Jamkrindo Syariah Perpanjang MOU Dengan Bank Sumut

"Bank Indonesia Nomor 23/7/UKU tanggal 18 Maret 1991 jo Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 23/88/KEP/DIR tanggal 18 Maret 1991 tentang Pemberian Garansi oleh Bank termasuk perubahannya"

Kejar Target Bisnis 2018 Jamkrindo Syariah Perpanjang MOU Dengan Bank Sumut


Telegraf, Jakarta – Untuk mewujudkan target bisnis 2018 PT Penjaminan Jamkrindo Syariah lakukan penandatanganan kerjasama dengan Bank Sumut, kerjasama ini dilakukan dalam rangka perpanjangan kerjasama yang sebelumnya (3 tahun lalu) dan berakhir di tahun 2018.

Adapun target penjaminan PT Jamkrindo Syariah tahun 2018 sebesar Rp13,8 triliun dengan target laba Rp18,9 miliar, hal itu diungkapkan Direktur PT Jamkrindo Syariah Gatot Suprabowo di Jakarta.

Gatot menerangkan pencapaian kinerja dalam kerjasama 3 tahun yang lalu mencatat volume penjaminan sebanyak 825 M dengan Imbal Jasa Kafalah (IJK) sebesar 15 M dengan kerjasama penjaminan yang meliputi, Penjaminan Multiguna, Penjaminan Bank Garansi (Kontra Bank Garansi), Penjaminan Konstruksi dan Pengadaan Barang /Jasa, Penjaminan Modal Kerja dan Investasi.

Hadir dalam pendandatanganan tersebut Rizal Pahlevi (Komisaris Utama Bank Sumut), Hendra Arbie (Komisaris Bank Sumut), Tengku Mahmud Jeffry (Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut), Bakti Prasetyo (Komisaris Utama Jamkrindo Syariah), Achmad Sonhadji (Direktur Operasional Jamkrindo Syariah), dan beberapa staf dari kedua belah pihak.

“Penjaminan Multiguna adalah penjaminan atas pembiayaan yang diberikan dengan tujuan untuk memenuhi berbagai keperluan Terjamin (Makfuul’Anhu)  yang diberikan oleh Penerima Jamina (Makfuul lahu)  kepada terjamin (Makfuul’Anhu), baik secara langsung maupun melalui Perusahaan/Lembaga Pemerintah (departemen/Non Departemen/Koperasi Karyawan(Kopkar)/Koperasi  Pegawai (Kopeg) yang pembayarannya dilakukan dengan cara pemotongan Penghasilan oleh Bendaharawan  (Pejabat yang berwenang) atau disetorkan langsung oleh Terjamin(Makfuul’Anhu)  kepada Penerima Jaminan (Makfuul lahu) sesuai dengan akad pembiayaan yang ada pada Penerima Jaminan,” ungkap Gatot Selasa (02/05/18).

Untuk penjaminan Garasi (Kontra Bank Garansi) Gatot menuturkan penjaminan atas pemberian janji secara tertulis dari Penerima Jaminan (Makfuul Lahu) kepeda Obligee untuk jangka waktu, jumlah, dan keperluan tertentu bahwa makfuul lahu akan membayar kewajiban Prinsipal. Apabila yang bersangkutan wanprestasi sebagaimana diatur dalam surat-surat edaran bank Indonesia.

“Bank Indonesia Nomor 23/7/UKU tanggal 18 Maret 1991 jo Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor23/88 /KEP/DIR tanggal 18 Maret 1991 tentang Pemberian Garansi oleh Bank termasuk perubahannya,” tuturnya.

Baca Juga :   Ini Kata Presiden FSPPB Terkait Penanganan Kebakaran Kilang Minyak Cilacap

Gatot melanjutkan penjaminan Konstruksi dan Pengadaan Barang/Jasa adalah penjaminan atas fasilitas pembiayaan berupa Modal Kerja terhadap Terjamin (Makfuul Lahu) yang memperoleh Surat Perintah Kerja (SPK/Gunning) dari Pemberi Kerja, serta keseluruhan pelaksanaan bangunan hingga berbentuk fisik.

Sementara untuk penjaminan modal kerja dan investasi adalah penjaminan atas penyediaan dana oleh bank untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang berdasarkan prinsip akad Musyarakah, Mudharabah, Murabahah, Istishna dan Salam dan penjaminan atas pembiayaan yang diberikan oleh Bank untuk mendanai kebutuhan pembelian dalam rangka rehabilitasi, modernisasi, pelunasan atau peningkatan kapasitas usaha yang berdasarkan prinsip akad murabahah atau musyarakah.

Untuk penjaminan Gatot mencontohkan debitur yang terjamin adalah usaha mikro, kecil, menengah dan besar serta juga terjamin perorangan.

Gatot menegaskan adapun manfaat dari kerjasama yang dilakukan adalah untuk Jamkrindo Syariah selaku penjamin adalah menerima imbal jasa berupa fee yang akan dibukukan sebagai pendapatan perusahaan penjamin. Sementara untuk Bank Sumut akan menambah jumlah customer based karena calon debitur yang memiliki collateral yang tidak bankable kemudian menjadi bankable.

Untuk pembiayaan yang dijamin maka perhitungan risiko dalam menghitung ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) pada sebuah bank menjadi lebih kecil bobot risikonya sehingga CAR akan meningkat. (Red)


Photo Credit :Penandatanganan Kerjasama Induk dan Turunan antara PT Penjaminan Jamkrindo Syariah dengan PT Bank SUMUT. | File/Dok/Ist. Photo

Atti K.

close