Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MUI Himbau Shalat Ied di Rumah

"Ketika kita berada di suatu kawasan yang sudah terkendali, maka pelaksanaan salat idul adha dapat dilaksanakan di masjid secara berjamaah, di musala, di tanah lapang, di gedung atau tempat yang lain, tapi harus tetap istiqomah menjalankan protokol kesehatan, pakai masker, wudhu dari rumah, bawa sajadah sendiri, jaga jarak, kemudian memastikan kondisi kesehatan tetap fit,"

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MUI Himbau Shalat Ied di Rumah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat khususnya umat Islam, melaksanakan salat Idul Adha (ied) di rumah masing-masing. Hal ini diterapkan jika kondisi penularan Covid-19 di wilayah terkait, tak terkendali.

“Namun, ketika kita berada di kawasan yang angka penularannya masih menunjukkan tren meningkat bahkan berada di daerah kualibhfikasi hitam, maka pelaksanaan salat idul adha sebaiknya tetap di rumah bersama keluarga,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam, dalam tayangan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi BNPB, Selasa (28/07/20).

Untuk wilayah yang kasus Covid-19-nya telah terkendali, kata Asrorun, masyarakat boleh saja masyarakat melaksanakan salat id berjamaah di masjid, atau di lapangan. Tapi, penerapan protokol kesehatan dan pertimbangan kondisi kesehatan masing-masing jemaah harus dipikirkan.

“Ketika kita berada di suatu kawasan yang sudah terkendali, maka pelaksanaan salat idul adha dapat dilaksanakan di masjid secara berjamaah, di musala, di tanah lapang, di gedung atau tempat yang lain, tapi harus tetap istiqomah menjalankan protokol kesehatan, pakai masker, wudhu dari rumah, bawa sajadah sendiri, jaga jarak, kemudian memastikan kondisi kesehatan tetap fit,” paparnya.

MUI menegaskan, dalam pelaksanaan salat id di rumah atau berjamaah di masjid dan di lapangan, harus mempertimbangkan kondisi yang ada di masing-masing wilayah.

“Salat idul adha hukumnya sunnah muakkadah. Yang menjadi salah satu syiar min syarril Islam, pelaksanaan salat idul adha pada data Covid yang belum sepenuhnya terkendali harus terus mempertimbangkan kondisi faktual di tengah masyarakat kita,” pungkasnya.


Photo Credit: Umat muslim usai sholat Idul Adha di Masjid Agung Annur di Pekanbaru Riau 2019 sebelum ada pandemi Covid-19. ANTARA/Rony Muharrman

 

A. Chandra S.