Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jonan: Pemerintah Terus Dukung Pertamina Kelola Sektor Migas Sendiri
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Jonan: Pemerintah Terus Dukung Pertamina Kelola Sektor Migas Sendiri

Telegrafi Sabtu, 9 Juni 2018 | 07:05 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Pembangunan fasilitas pengolahan Residuel Fluid Catalytic Craker (RFCC) di area kompleks Pertamina RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Senin (14/9). Antara/Idhad Zakaria
Photo Credit: Pembangunan fasilitas pengolahan Residuel Fluid Catalytic Craker (RFCC) di area kompleks Pertamina RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Senin (14/9). Antara/Idhad Zakaria
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Pemerintah terus mendukung PT Pertamina (Persero) dalam menjadikan perusahaan milik negara ini sebagai tuan rumah dalam pengelolaan sektor migas nasional. Sejak tahun 2017, pemerintah telah menetapkan pengelolaan 12 Wilayah Kerja (WK) terminasi untuk Pertamina. 12 WK terminasi itu terdiri dari blok Offshore North West Jawa, blok Mahakam, blok Tengah, Attaka, East Kalimantan, North Sumatera Offshore, Sanga-sanga, Southeast Sumatera, Tuban, dan Ogan Komering. Terakhir, Blok Jambi Merang dan Raja/Pendopo baru saja diberikan bulan lalu.

“Dengan begitu ini memenuhi juga komitmen pemerintah dan janji presiden waktu kampanye, akan menjadikan operator dalam negeri itu tuan rumah dalam produksi hulu migas,” ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan dalam Konferensi Pers yang dilangsungkan di kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (07/06/18).

Sementara itu si sisi hilir, pada tahun ini, Pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 43 tahun 2018 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Peraturan ini menyebutkan terkait Penambahan alokasi Premium penugasan untuk Wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Pemerintah sadar, penambahan alokasi premium sebanyak 4,3 juta KL ini menjadi tugas yang tidak mudah bagi Pertamina (Persero) sebagai pihak pelaksana atas penyediaan dan pendistribusian BBM jenis Premium.

Namun, Jonan mengungkapkan, banyaknya jumlah WK yang dikelola oleh Pertamina ini menjadi salah satu kompensasi dari penambahan alokasi Premium penugasan yang harus didistribusikan Pertamina. Diprediksi, pengelolaan 12 wilayah kerja oleh Pertamina ini akan meningkatkan kontribusi Pertamina dalam pengelolaan migas nasional.

Sebelumnya, pada tahun 2017 persentase produksi Pertamina terhadap total produksi di Indonesia adalah sebesar 23%, namun untuk saat ini telah bertambah menjadi sekitar 36 dan sekitar 39% pada 2019 nanti, seiring dengan dikelola penuhnya blok terminasi yang dialihkelola ke Pertamina. “Kalo hari ini mungkin menjadi 36%,” ungkap Jonan.

Baca Juga :  Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital

Untuk awal tahun depan sendiri, Jonan menguraikan, masih terdapat 2 blok yang akan diserahkan yakni Blok Jambi Merang dan Blok Raja/Pendopo. Peningkatan peranan Pertamina terhadap produksi di sektor migas secara nasional sebesar 2 kali lipat ini, menjadikan tantangan tersendiri agar Pertamina terus menjaga jumlah produksi migasnya.

“Nah ini tantangan juga untuk pertamina bahwa Pemerintah sudah mempercayakan 40%, kalau Pertamina produksinya turun, maka produksi nasional pasti bisa terganggu. Karena sudah besar sekali, bukan 20 lagi tapi 40%,” ujarnya.

Selain himbauan untuk terus meningkatkan produksi, Jonan juga menekankan pentingnya kegiatan eksplorasi migas (untuk menemukan cadangan-cadangan baru). Tercatat bahwa penemuan eksplorasi yang besar terakhir kali dilaksanakan oleh Pertamina adalah Sumur Jati Barang. “Yang penting itu eksplorasi harus jalan,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Pembangunan fasilitas pengolahan Residuel Fluid Catalytic Craker (RFCC) di area kompleks Pertamina RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Senin (14/9). Fasilitas pengolahan RFCC tersebut sedang dalam tahap persiapan dan pengecekan fasilitas untuk beroperasi pada awal Oktober. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas mengolah 62 ribu barel crude oil per hari. ANTARA/Idhad Zakaria

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026
Waktu Baca 2 Menit
Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?