Jokowi: Budaya Politik Indonesia Penuh Etika dan Sopan Santun

Jokowi: Budaya Politik Indonesia Penuh Etika dan Sopan Santun

"Bukan politik yang memecah belah, bukan politik yang membawa perpecahan, bukan politik yang saling menghujat, bukan politik yang saling mencela, bukan politik yang saling memaki,"

Jokowi: Budaya Politik Indonesia Penuh Etika dan Sopan Santun


Telegraf, Bandung – Untuk menjadi sebuah negara besar dengan ekonomi yang kuat bukan perkara yang mudah. Banyak tantangan dan ujian yang harus dihadapi dengan penuh keyakinan dan rasa optimisme.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika memberikan sambutan pada Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-58 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang digelar di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/04/18).

“Kita semuanya harus optimis bisa mengatasi rintangan-rintangan, bisa mengatasi ujian-ujian, cobaan-cobaan, hambatan-hambatan yang ada. Kita semuanya harus optimis. Dan saya meyakini insyaallah yang hadir pada malam hari ini, kader-kader PMII semuanya adalah calon-calon pemimpin yang penuh dengan optimisme,” tegas Jokowi.

Terlebih lagi, menurut Jokowi, sejumlah riset yang dipublikasikan beberapa lembaga seperti Bank Dunia, McKinsey, dan Bappenas, yang memperkirakan Indonesia akan menjadi negara yang mampu menembus 10 besar negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada 2030 mendatang.

“Bahkan pada tahun 2045, Indonesia juga diyakini akan masuk menjadi lima besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia”. kata Jokowi.

Untuk itu, Kepala Negara tak henti-hentinya mengingatkan kepada semua elemen bangsa untuk tidak mudah menyerah, selalu berusaha, dan berserah diri kepada Allah SWT dalam menghadapi berbagai rintangan yang ada.

“Tahan uji, tahan banting, selalu tawakal, dan berserah diri kepada Allah dengan tetap berusaha dan berikhtiar. Jangan sampai ada pesimisme apapun. Betapa cobaannya itu berat, jangan ada pesimisme apapun. Kalau ada yang menakut-nakuti, diajak untuk pesimis ya jangan mau,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan bahwa budaya politik Indonesia adalah budaya politik yang penuh etika dan menjunjung tinggi sopan santun.

“Bukan politik yang memecah belah, bukan politik yang membawa perpecahan, bukan politik yang saling menghujat, bukan politik yang saling mencela, bukan politik yang saling memaki,” ujarnya.

Di awal sambutannya, Jokowi menyampaikan apresiasinya dapat bertemu dengan para kader PMII yang diyakini memiliki semangat tinggi sebagai pemuda muslim Tanah Air.

“Semangat perjuangan santri, semangat intelektual muda muslim Indonesia dan saya optimis masa depan Indonesia akan lebih cerah jika kader-kader PMII semangatnya tetap dipertahankan dan terus diperkuat,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Presiden Jokowi ingatkan bahwa budaya politik Indonesia adalah budaya politik yang penuh etika dan menjunjung tinggi sopan santun. | File/Dok/Ist. Photo

 

KBI Telegraf

close