Jamsyar Tekan Rasio Klaim Sebesar 16,8 Persen di 2017

"Ini menunjukan kita semakin matang selain dari kekuatan analisa tetapi kemampuan dari terjamin yang menjadi faktor utama apakah Raso klaim dan default rate turun"

Jamsyar Tekan Rasio Klaim Sebesar 16,8 Persen di 2017


Telegraf, Jakarat – PT Penjamin Jamkrindo Syariah (Jamsyar) terus meningkatkan performa dan semakin matang, terbukti tahun 2017 bisa menekan rasio klaim, dimana di tahun 2017 tercatat Rasio claim sebesar 16,78 persen turun dari tahun  sebelumnya yaitu 23,32 persen.

“Ini menunjukan kita semakin matang selain dari kekuatan analisa tetapi kemampuan dari terjamin yang menjadi faktor utama apakah rasio klaim dan default rate turun,” Ungkap Direktur Bisnis merangkap Plt Direktur Utama Gatot Suprabowo usai paparan di acara ghatering agen di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/02/2018).

Gatot menjelaskan penjaminan adalah suatu proses memonitor, mengevaluasi dan pengendalian, setelah menerbitkan SOP para agen diminta terus memantau terjamin yang sedang dijamin, ini yang akan mengurangi rasio klaim.

“Karena kalau nanti ditengah jalan mengalami masalah kita akan segera bisa segera mencarikan solusi karena sejak awal kita selalu memantau,” kata Gatot.

Sementara untuk perolehan laba tahun 2017 Jamsyar mencatat Rp11,2 miliar,naik dibanding tahun 2016 yang hanya sebesar Rp7,75 triliun, dari 128 jumlah penjamin dengan jumlah penjaminan sebanyak Rp12,24 triliun.

Ditemui ditempat yang sama Direktur Operasional Achmad Sonhadji mengatakan kematangan kekuatan pada analisa underwrite serta monitoring ini tidak tercipta dengan sendirinya melainkan semuannya itu dari learning, pelatihan dan masih banyak yang dilalui, bukan saja dari karyawan Jamsyar melainkan juga para agen.

“Secara periodik setiap 3 bulan sekali kami melakukan pelatihan, ini adalah salah satu upaya untuk perbaikan kesehatan kinerja, bukan saja hari ini tetapi hari hari kedepan,” katanya.

Untuk memperluas jaringan pelayanan Jamsyar akan membuka 8 Kantor Unit Pelayanan (KUP) antara lain di Serang, Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Balikpapan, Jpgjakarta, Lampung dan Jambi, “kalaupun tidak semuanya terealisir minimal 4 di antara 8 daerah itu,” ujar Gatot.

Untuk target tahun berjalan yaitu tahun 2018 Gatota menambahkan untuk perolehan volume kinerja penjaminan sebesar Rp12,2 Triliun sementara untuk IJK Rp203 miliar.

Untuk mengejar target yang ada Gatot mengatakan akan bekerjasama dengan beberapa BUMN yang menjadi pengembangan produk-produk Jamsyar Syariah, dan memperkuat program yang ada karena memang yang terbesar adalah bank garansi dan surety bon. (Red)


Photo Credit : Untuk memperluas jaringan pelayanan Jamsyar akan membuka 8 Kantor Unit Pelayanan (KUP) antara lain di Serang, Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Balikpapan, Jpgjakarta, Lampung dan Jambi. Telegraf/Atti Kurnia

Atti K.

close