Infakkan Harta yang Kamu Cintai Agar Kamu Memperoleh Kabajikan

"Karena buat seorang pengusaha yag terbaik itu buka labanya tetapi yg terbaik itu membagi enginenya memberikan mesinnya, bukan memberikan labanya,"

Infakkan Harta yang Kamu Cintai Agar Kamu Memperoleh Kabajikan

Telegraf, Jakarta – Wakaf hingga saat ini banyak yang mengartikan sedekah jariah harta untuk kepentingan umat dan kebanyakan yang disedekahkan adalah tanah sengketa, tanah terbengkalai, rumah tidak terpakai dan lainnya.

Padahal dalam hadis diriwayatkan dalam surat Al Imron ayat 92 mengatakan “kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai, dan apapun yang kamu infakkan, tentang hal itu sugguh Alloh maha mengetahui,” ungkap Imam Teguh Saptono Wakil Ketua Global Wakaf Indonesia.

Imam mengatakan dalam ayat tersebut belum sampai sempurna dalam artian wakafadalah ibadah penyempurna sebelum ia mewakafkan harta terbaik yang di cintainya, buka harta yang terbengkali seperti tanah dan rumah yang tidak terpakai.

Imam mencontohkan kisah tetang Umar setelah mendapatkan sebidang tanah yang berisikan kebun kurma yang terbaik (kebun kurma yang ranum) dan kemudiam Umar bertanya kepad Rosul, Ya Rosulullah saya belum pernah mendapatkan harta sebaik ini, apa yang saya harus lakukan ya Rosul? Rosul menjawab “syaratnya adalah bila engkau suka, jadi benar benar engkau menyayangi.

“Karena buat seorang pengusaha yag terbaik itu buka labanya tetapi yg terbaik itu membagi enginenya memberikan mesinnya, bukan memberikan labanya,” tuturnya dalam ngobrol santai bersama Jurnalis Syariah di gedung BNI Syariah Jakarta.

Global wakap memperkenalkan wakaf produktif adalah harta yang di wakafkan merupakan harta terbaik dan yang disayangi, seperti wakaf saham perusahaan.

Global wakaf mempunyai program produktif seperti wakaf properti, wakaf saham atau wakaf ritel. Hasil dari pengelolaan program-program tersebut nantinya disalurkan ke penerimaan manfaat.(Red)


Credit photo : Imam Teguh Saptono Wakil Ketua Global Wakaf Indonesia/telegraf


Share



Komentar Anda