Genjot Inklusi syariah OJK Gandeng Perbankan Syariah Buka IB Vagansa

"Untuk IB Vaganza 2018, raihannya itu sekitar 12 ribu rekening baru, jadi dari 4 kota yg sudah kita lakukan ada sekitar tambahan sekitar 12 ribuan account baru, target disini mudah mudahan 3000-10000 acount baru"

Genjot Inklusi syariah OJK Gandeng Perbankan Syariah Buka IB Vagansa

Telegraf, Jakarta – Untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah pemerintah melalui Otoritas jasa keuangan (OJK) terus lakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai produck dan jasa layanan keuangan syariah.

Kegiatan ini dilakukan setiap 1 tahun 5 kali di 5 kota yang berbeda, dengan adanya literasi ini yang di kemas dalam IB Vagansa 2018 penambahan account baru mencapai 12.000 nasabah.

“Untuk IB Vaganza 2018, raihannya itu sekitar 12 ribu rekening baru, jadi dari 4 kota yg sudah kita lakukan ada sekitar tambahan sekitar 12 ribuan account baru, target disini mudah mudahan 3000-10000 acount baru,” ungkap Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Deden Firman Hendarsyah dalam pres konfrence pembukaan IBvagansa di Jakarta.

Deden juga mengatakan literasi ini terus di lakukan bahkan sekarang BUMN sudah berbank dengan Bank syariah, jadi untuk transfer gaji boleh memilih di bank syariah atau bank konvensional.

Untuk kali ini IB Vaganza dilakukan 3 hari mendatang yaitu tertanggal 5-7 Oktober mendatang, selain pameran yang di lakukan juga terdapat iB Goes To Public Area bekerjasama dengan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) pada tanggal 6 Oktober 2018 bertempat di kawasan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Taman Sawo.

Deden menyebutkan untuk Indonesia sendiri sudah masuk 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang mengunakan dan tau keuangan syariah dan menabung terlihat dari jumlah account yang ada.

“Rekening dana pihak ke 3 sampai bulan juli 27,6 juta rekening, katakanlah 1 juta di 1 acount sudah lumayan lah, dibanding negara lain. Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk yang 260 juta jumlah penduduk, ini sudah masuk sekitar 10 peren dari jumlah penduduk Indonesia,” kata Deden, Jumat, (5/10).

Untuk jumlah nominalnya misalkan dari jumlah acount yang ada anggap saja 1 acount mempunyai Rp1.000.000, sudah lumanyanlah tutupnya. (Red)


Credit photo : Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Deden Firman Hendarsyah/telegraf


Share



Komentar Anda