Petugas ACT Anthonius Menerima Manfaat Asuransi dari Taspen Life

“jika saja pesawat saya take off sepuluh detik lebih lama, maka saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan 148 jiwa yang ada di dalam pesawat. Almarhum adalah satu-satunya orang yang saat itu dapat saya pinta pertolongannya untuk mendapatkan takeoff clearance. Atas hal tersebut saya secara pribadi memberikan penghargaan yang paling tinggi bagi Almarhum, Wing of honor¸ penjaga angkasa, my guardian angel at Palu”

Petugas ACT Anthonius  Menerima Manfaat Asuransi dari Taspen Life

Telegraf, Jakarta – Gempa yang terjadi di Palu Kalimantan Tengan dengan kekuatan 7,4 Skala Richter (SR) pada tanggal 1 Oktober menelan korban jiwa sebanyak 1.407 jiwa, dengan total korban luka luka sebanyak 2.549 jiwa, sesuai data BNPB per tangal 4 Oktober 2018.

Salah satu korban bencana Palu adalah seorang petugas Air Traffic Controller (ATC) Bandara Mutiara Sis Aljufri bernama Antonius Gunawan Agus yang sedag bertugas memandu lepas landas pesawat batik Air dengan kode penerbangan ID 6231 memastikan penupang dalam pesawat tersebut lepas landas dengan mulus.

Bersamaan lepas landas Batik Air yang dipandu oleh Antonius bandara diguncang gempa dasyat tersebut Tower Bandara Mutiara Sis-Jufrie ambruk sehingga Anthaonius sepontan melompat higga megalami patah tulang,  Anthonius sempat dilarikan ke ruma saki.t Berhubung rumah sakit Palu tidak bias digunakan maksimal karena terdampak gempa, akhirnya Anthonius  diterbangkan ke Kalimantan dalam perjalanan ia menghembuskan nafasnya.

Berdasarkan penuturan pilot Batik Air, Capt.Ricosetta Mafella, “jika saja pesawat saya take off sepuluh detik lebih lama, maka  saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan 148 jiwa yang ada di dalam pesawat. Almarhum adalah satu-satunya orang yang saat itu dapat saya pinta pertolongannya untuk mendapatkan takeoff clearance. Atas hal tersebut saya secara  pribadi memberikan penghargaan yang paling tinggi bagi Almarhum, Wing of honor¸ penjaga angkasa, my guardian angel at Palu”. Pria yang masih berusia 21 tahun tersebut merupakan karyawan dari Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) dan merupakan peserta dari program Jaminan Hari Tua (Taspen Save) dan Program.

Dalam rangka melakukan pembayaran klaim, Taspen Life bekerjasama dengan pihak personalia AirNav Indonesia melalui layanan Pro Aktif Taspen Life, dimana ahli waris/keluarga Almarhum Anthonius tidak perlu mengajukan klaim secara langsung kepada Taspen Life untuk dapat menerima manfaat asuransi, akan tetapi semua itu dilakukan secara pro aktif dimana Taspen Life berkoordinasi langsung dengan pihak personalia AirNav Indonesia sehingga ahli waris/keluarga yang sedang berduka tidak terbebani. Layanan Pro Aktif Taspen Life merupakan salah satu keunggulan Taspen Life  yang memberikan kemudahan bagi peserta atau ahli waris suntuk menerima manfaat.

Almarhum Anthonius terdaftar menjadi peserta Taspen Life sejak Juni 2018, adapun manfaat asuransi yang diserahkan kepada ahli waris Almarhum Anthonius dalam program Jaminan Hari Tua (Taspen Save) dan Program Kesehatan Pensiun (Taspen  Group Annuity) tersebut total sebesar Rp.590.652.809,00.

Pada tanggal 4 Oktober 2018 di Aula Gedung Lemhanas, Menteri Perhubungan RI  dengan didampingi oleh Direktur Utama Airnav telah menyerahkan kepada Ahli Waris/Keluarga penganugerahan penghargaan Adikarya Dirgantara Pralabda kepada Almarhum Anthonius yang dilanjutkan dengan penyerahan manfaat asuransi oleh  Direktur Utama Taspen Life, Maryoso Sumaryono.

“Kami dari Taspen Life turut berduka untuk seluruh korban jiwa gempa di Palu, serta atas wafatnya Almarhum Anthonius saat menunaikan tugasnya sebagai Petugas ATC. Manfaat asuransi yang kami serahkan kepada keluarga Almarhum tidak akan sebanding dengan duka yang dialami oleh keluarga. Namun kami mengharapkan, semoga dengan apa yang telah kami serahkan dapat bermanfaat untuk pihak keluarga”, ujar Maryoso Sumaryono, Direktur Utama Taspen Life. (Red)


Credit Photo : Petugas ACT Anthonius Menerima Manfaat Auransi dari Taspen Life/Istimewa


Share



Komentar Anda