Indonesia Masuk Resesi, Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Minus 2,9 Persen

"Untuk konsumsi pemerintah di Kuartal ketiga karena akselerasi belanja yang luar biasa mengalami positif sangat tinggi hingga 17 persen,"

Indonesia Masuk Resesi, Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Minus 2,9 Persen

Telegraf – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa perkembangan kasus Covid-19 akan mempengaruhi aktivitas ekonomi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indonesia kini memasuki zona resesi, setelah Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020 yang diperkirakan minus 2,9 persen – minus 1,0 persen.

Angka ini direvisi dari proyeksi sebelumnya yang minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.

“Yang terbaru per September 2020 ini, minus 2,9 persen – minus 1,0 persen. Negatif teritori pada kuartal III ini akan berlangsung di kuartal keempat,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (22/09/2020).

Menkeu menjelaskan dari sisi permintaan di kuartal III/2020 konsumsi rumah tangga masih diperkirakan pada zona kontraksi yaitu minus 3 persen hingga minus 1,5 persen dengan total outlook 2020 konsumsi kita berarti pada kisaran kontraksi minus 2,1 persen hingga minus 1 persen.

“Untuk konsumsi pemerintah di Kuartal ketiga karena akselerasi belanja yang luar biasa mengalami positif sangat tinggi hingga 17 persen,” katanya.

Adapun, peningkatan kinerja konsumsi pemerintah tersebut didorong oleh kebijakan belanja atau ekspansi sebagai cara untuk counter cyclical.

Investasi sedikit lebih baik, kendati masih lemah. Hal ini tercermin dari indikator aktivitas bangunan, impor barang modal dan penjualan kendaraan niaga.

“Perbaikan aktivitas ekonomi masih tertahan membuat investasi masih wait and see.”

Sri Mulyani melihat aktivitas pariwisata masih rendah sehingga menekan sektor perhotelan dan transportasi.

Berikut rincian outlook indikator pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020:

  • Konsumsi Rumah Tangga/LNPRT : Kontraksi minus 3 persen hingga minus -1,5 persen
  • Konsumsi Pemerintah: Positif 9,8 persen hingga 17 persen

  • Investasi/PMTB : Kontraksi -8,5 persen hingga -6,6 persen

  • Ekspor : Kontraksi -13,9 persen hingga -8,7 persen


Photo Credit: Photo Credit: Menteri Keuangan Sri Mulyani. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

 

Ishwari Kyandra