Dibuka IHSG Menguat Tipis Hingga 2,06 Poin

"Pemerintah memperkirakan pada 2018 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen yang dihasilkan dari pembangunan-pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah saat ini,"

Dibuka IHSG Menguat Tipis Hingga 2,06 Poin


Telegraf, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Rabu, dibuka menguat tipis sebesar 2,06 poin di tengah terbatasnya sentimen positif yang beredar.

IHSG tercatat menguat 2,06 poin atau 0,03 persen menjadi 6.002,54. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,52 poin atau 0,05 persen menjadi 1.012,65.

“Masih terbatasnya sentimen positif yang beredar, menahan pergerakan IHSG untuk bergerak lebih tinggi,” kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, (06/12/2017).

Faktor eksternal yang memengaruhi bursa hari ini, yakni situasi geopolitik di semenanjung Korea yang kembali menghangat setelah pemerintah Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan latihan militer udara gabungan, ujarnya.

“Latihan militer itu mengundang kecaman dari Korea Utara yang menyebutnya sebagai sebuah provokasi,” katanya.

Sementara dari dalam negeri, lanjut dia, ketidakpastian atas politik di Indonesia kembali muncul menyusul kabar mengenai perombakan kabinet yang kembali terdengar.

Ia mengharapkan, pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang dalam masa percepatan dari perlambatan dapat menjaga pergerakan IHSG di area positif.

“Pemerintah memperkirakan pada 2018 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen yang dihasilkan dari pembangunan-pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah saat ini,” katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 185,21 poin (0,82 persen) ke 22.437,12, indeks Hang Seng menguat 3,19 poin (0,01 persen) ke 28.845,99 dan Straits Times melemah 13,63 poin (0,39 persen) ke posisi 3.425,17. (Red)

Baca Juga :   Industri Halal Diyakini Mampu Dongkrak Pemulihan Ekonomi Nasional Saat Pandemi

Photo Credit : Antara/Puspa Perwitasari


KBI Telegraf

close