Copot Elia Massa Manik, Pertamina Juga Rombak Seluruh Direksinya

"Dengan direktur yang baru ini justru akan mempercepat proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP), pengalihan kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), holding dan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat,"

Copot Elia Massa Manik, Pertamina Juga Rombak Seluruh Direksinya


Telegraf, Jakarta – Menindaklanjuti rekomendasi Dewan Komisaris terkait kondisi PT Pertamina (Persero) terkini, termasuk beberapa kejadian di Balikpapan, proyek kilang dan kondisi keuangan perusahaan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan melakukan penyegaran terhadap susunan direksi Pertamina, termasuk Direktur Utama.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyampaikan keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-97/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina dalam rapat umum pemegang saham di Jakarta, Jumat (20/4/2018) siang.

Direksi PT Pertamina (Persero) yang diberhentikan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-97/MBU/04/2018 adalah:

  1. Elia Massa Manik;
  2. M. Iskandar;
  3. Toharso;
  4. Dwi W Daryoto; dan
  5. Ardhy N. Mokobombang.

Bersamaan dengan pemberhentian itu, Menteri BUMN juga mengangkat nama-nama berikut dalam ke dalam jajaran baru direksi Pertamina, yaitu:

  1. Budi Santoso Syarif, Direktur Pengolahan;
  2. Basuki Trikora Putra, Direktur Pemasaran Korporat;
  3. Masud Hamid, Direktur Pemasaran Retail;
  4. M. Haryo Junianto, Direktur Manajemen Aset;
  5. Heru Setiawan, Direktur Mega Proyek dan Pengembangan Petrokimia;
  6. Gandhi Sriwidjojo, Direktur Infrastruktur; dan
  7. Nicke Widyawati, Direktur SDM sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Utama.

Adapun jajaran direksi yang tidak mengalami perubahan adalah:

  1. Gigih Prakoso, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko;
  2. Syamsu Alam, Direktur Hulu; dan
  3. Arif Budiman, Direktur Keuangan.

Fajar Harry Sampurno menjelaskan, mengingat belum ditunjuknya Direktur Utama definitif, maka pemegang saham memutuskan agar Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama Pertamina diisi oleh Nicke Widyawati selaku Direktur SDM. Nicke juga merupakan Ketua Komite dan Implementasi Holding Migas.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN itu mengingatkan, bahwa BUMN memiliki dua peran penting dalam pembangunan Indonesia.

Pertama, sebagai agen pembangunan yang berperan penting dalam melaksanakan berbagai Proyek Strategis Nasional, memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, berkontribusi dalam bentuk penciptaan keuntungan dan setoran pajak kepada negara.

“Sebagai BUMN, tugas Pertamina bukan hanya mencari keuntungan semata namun yang utama menyediakan kebutuhan dan pelayanan masyarakat dari Sabang hingga Merauke secara berkeadilan,” tegas Harry.

Baca Juga :   JamSyar Raih Opini WTP Pada Laporan Keuangan Tahun 2020

Insiden Teluk Balikpapan dan Kelangkaan BBM

Insiden pencemaran minyak di Teluk Balikpapan akibat putusnya pipa bawah laut pada 31 Maret 2018 lalu menjadi salah satu pertimbangan mencopot Elia Massa Manik sebagai direktur utama PT Pertamina (persero). Elia diberhentikan dari jabatannya berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengatakan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Jawa Madura Bali (Jamali) juga dicermati pemegang saham dan dewan komisaris.

“Perkembangan kondisi terakhir baik itu ada kejadian kecelakaan di pipa Balikpapan, kelangkaan BBM,” kata Harry.

Fajar menegaskan pergantian posisi direksi Pertamina merupakan bagian tahapan pembentukan induk perusahaan (holding). Dengan susunan direksi baru diharapkan memperkuat dan mempercepat implementasi holding. Pasalnya, Pertamina telah menjadi holding migas.

“Jadi ini memang rangkaian keseluruhan tahapan setelah holding, memperkuat dan mempercepat implementasi holding,” ujarnya.

Dikatakannya komisaris Pertamina sudah melakukan kajian implementasi yang komprehensif selama satu bulan penuh bersama direksi dan sudahh dilaporkan ke Kementerian BUMN.

“Dengan direktur yang baru ini justru akan mempercepat proyek kilang Refinery Development Master Plan (RDMP), pengalihan kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), holding dan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya. (Red)


Photo Credit : Pertamina memutuskan untuk melakukan penyegaran terhadap susunan direksi Pertamina dan juga Dirut Pertamina, Elia Massa Manik. | JP/Jerry Adiguna

 

KBI Telegraf

close