Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca CIDES: Indonesia Harus Miliki Strategi Dan Roadmap Adaptasi Perubahan Iklim Pada Komoditi Pertanian
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

CIDES: Indonesia Harus Miliki Strategi Dan Roadmap Adaptasi Perubahan Iklim Pada Komoditi Pertanian

Atti K. Kamis, 4 Januari 2018 | 09:04 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Center for Information and Development Studies (CIDES) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Revitalisasi Pertanian Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Ditengah Perubahan Iklim dan Dinamika Global” pada akhir Desember 2017 lalu. Dalam diskusi tersebut, CIDES berupaya untuk meningkatkan kesadaran publik dan pemerintah terkait pentingnya tanaman semusim non-pangan sehingga upaya merevitalisasinya dapat terlaksana.

“Dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang berdampak buruk pada komoditi pertanian, baik pada tanaman pangan dan non-pangan di Indonesia, pemerintah sebaiknya membuat strategi adaptasi dan roadmap kebijakan pertanian untuk mencapai pembangunan pertanian yang berkelanjutan demi penguatan ekonomi nasional serta peningkatan kesejahteraan petani di masa depan,” kata M. Rudi Wahyono, Direktur Eksekutif CIDES.

Tanaman semusim non-pangan sering dipandang sebelah mata sejak ketahanan pangan menjadi prioritas pemerintah. Padahal, tanaman semusim non-pangan dapat menghasilkan tambahan penghasilan yang cukup signifikan bagi petani yang berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan mereka. Terlebih umumnya, tanaman semusim non-pangan yang meliputi tembakau, minyak atsiri, serai wangi, nilam, dan hijauan pakan ternak ditanam di daerah atau iklim yang kering saat tanaman lain tidak dapat dibudidayakan secara optimal.

Rudi mencontohkan pertanian tembakau, yang sejak 2012 mengalami penurunan tren produksi akibat cuaca ekstrem dan faktor-faktor lainnya. “Selain masalah cuaca ekstrem dan berkurangnya lahan, faktor lain yang menyebabkan produksi tembakau menyusut adalah budidaya tembakau yang masih sangat tradisional sehingga produktivitas lahan pertaniannya rendah,” sambung Rudi. “Dibandingkan dengan produktivitas di ASEAN kita kalah jauh sebesar 74 persen.”

Pengamat isu pertanian, Iskandar Andi Nuhung, menilai persoalan mendasar tanaman non-pangan di Indonesia dipengaruhi pula oleh kebijakan tanaman pangan, karena setiap kali ganti menteri terjadi pula ganti kebijakan. “Ganti menteri, ganti kebijakan bidang pertanian karena visi berbeda. Dampaknya, kebijakan pertanian menjadi sporadis, parsial, dan berubah-ubah,” jelas Iskandar.

Baca Juga :  DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Risiko cuaca ekstrem dan minimnya bantuan pertanian yang diterima petani tanaman non-pangan seperti tembakau, atsiri, dan vanili, menimbulkan keengganan para petani untuk menanam komoditas tersebut, meskipun potensi pendapatannya cukup besar dan merupakan industri yang mampu menyerap tenaga kerja secara ekstensif, khususnya di pedesaan. Komoditas tersebut juga dapat menciptakan nilai tambah melalui kegiatan industri pengolahan lainnya, serta sebagai penghasil devisa melalui kegiatan ekspor.

Rudi juga mengatakan, dengan produksi dan luas lahan yang terus menurun, serta produktivitas yang kurang optimal selisih pasokan tembakau Indonesia semakin besar yang mana harus dicukupi oleh impor. Nilai impor daun tembakau di tahun 2016 mencapai sekitar US$ 500 juta, sedangkan ekspor produk tembakau mencapai US$ 1 miliar.

“Mempertimbangkan potensi pendapatan tambahan bagi petani dan kontribusi bagi negara yang dapat dihasilkan oleh tanaman semusim non-pangan rasanya penting bagi pemerintah untuk juga turut memperhatikan komoditas tersebut agar ada arah kebijakan yang jelas untuk merevitalisasinya melalui peta jalan (roadmap) komoditas non-pangan,” kata Rudi. “Dengan demikian, ketergantungan industri pada impor akan menurun

non-pangan,” kata Rudi. “Dengan demikian, ketergantungan industri pada impor akan menurun dan petani akan mengalami peningkatan porsi pendapatan serta kesejahteraan petani atau produsen”. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit
Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia
Waktu Baca 11 Menit
Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK
Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Waktu Baca 2 Menit

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?