Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca BNI Targetkan Pertumbuhan Kredit 13-15 Persen Pada Tahun 2018
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

BNI Targetkan Pertumbuhan Kredit 13-15 Persen Pada Tahun 2018

Atti K. Selasa, 24 April 2018 | 10:13 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Rapat kinerja Triwulan ke II 2017 BNI
Bagikan

Telegraf, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI), menargetkan pertumbuhan kredit pada tahunn ini naik mencapi 13-15 persen dari tahun lalu, hal ini di ungkap Direktur Utama Bank BNI Achmad Baiquni, saat paparan kinerja kuartal pertama tahun 2018, di kantornya, jl Jend Sudirman, Jakarata.

“Kedepan tetap melihat kondisi makro ekonomi, yang mana ekonomi diperkirakan tumbuh 5,3 persen kita berharap bahwa tahun ini yang namanya kredit dimana tahun lalu tumbuh 12,3 persen kita perkirakan di tahun ini akan bisa tumbuh diatas itu yah, kira kira 13-15 persen,” tuturnya Senin (23/04/18).

Untuk mengejar target itu Baiquni menjelaskan dengan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh di kisaran 5,3 serta membaiknya harga komoditi makamemberikan kesempatan baru untuk melakukan ekspansi infrastruktur yang masih menjadi prioritas pemerintah.

Selain itu juga untuk menjaga kredit tetap stabil pihak BNI selalu selektif memberikan kredit terhadap debitur debitur yang akan mengajukan kredit, seperti kredit dalam bentuk faluta asing.

“Yang pasti kami memberikan kredit berupa faluta asing kepada debitur yang memang revenuenya itu dalam bentuk USD dan sebagainya, jadi terhadap debitur debitur yg revenuenya rupiah memang diberikan kredit rupiah, kalau mereka mempunyai revenuenya bentuk falas bisa diberikan kredit falas, ini di berikan untuk menghindari fluktuasi tadi,” kata Baiquni.

Mengawalai pertumbuhan yang positif pada kwartal pertama tahun 2018 kredit BNI tumbuh sebesar 10,0 persen setara dengan Rp439,46 triliun, pertumbuhan ini di topang oleh oleh Kredit Korporasi sebesar Rp 216,09 triliun atau tumbuh 10,9% YOY. Sementara untuk Kredit Segmen Menengah dijaga dengan pertumbuhan konservatif yaitu 5,8% YOY sebesar Rp 3,66 triliun. Kredit Segmen Kecil juga mencatatkan pertumbuhan yang baik yaitu 13,4% YOY atau sebesar Rp 57,73 triliun.

Baca Juga :  DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Baiquni menerangkan Untuk menjaga pertumbuhan Kredit Korporasi, BNI menerapkan kebijakan penyaluran kredit antara lain Pemberian kredit kepada high quality corporates baik BUMN maupun Perusahaan swasta utama (Major Player Private Corporates). BNI juga hanya memberikan pembiayaan pada corporates cash flow generator, antara lain dengan memberikan pinjaman kepada operating company, bukan hanya kepada holding company.

“BNI juga selalu mengupayakan perbaikan proses pemberian kredit dengan semakin memperkuat kemampuan para industry specialist. Portofolio pinjaman infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas BNI dalam menumbuhkan pinjaman pada segmen Korporasi, dimana pada Kuartal Pertama 2018, kredit infrastruktur tumbuh 15,3% YOY, yang didominasi oleh pembiayaan proyek-proyek konstruksi dan jalan tol,” ungkap Baiquni.

Baiquni menambahkan sebenarnya ekspansi kredit tidak semata mata melihat daripada kondisi Non Perfprming Loan (NPL) yang ada tapi, tetap kita coba kaitkan apakah memang ada proteck kita melakukan ekspansiatau tidak.

“Tahun 2015 memang kita melihat kita melakukan istilahnya boleh dikatakan pembersihan, jadi memang seandainya pada saat itu ada debitur debitur kita yang keliatanya sudah bermasalah atau potensi bermasalah kemudian kita melakukan namanya lis truckturing kita itu lebih awal untuk menghindari kredit semakin memburuk, yg disebut waktu itu strategi adalah proaktif konserfatif proaktif,” Baiquni mencontohkan. (Red)


Photo Credit : BNI Targetkan Pertumbuhan Kredit 13-15 Persen Pada Tahun 2018. Telegraf.co.id

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026
Waktu Baca 2 Menit
Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?