Bidik Pertumbuhan Premi 25%, Tokio Marine: Realistis

Bidik Pertumbuhan Premi 25%, Tokio Marine: Realistis

"Program CSR ini mengajak partisipasi para karyawan serta tenaga pemasar Tokio Marine untuk mengajarkan anak-anak dengan kanker dari Yayasan Kanker Indonesia berbagai macam keterampilan kreatif seperti membuat karya kerajinan tangan, bernyanyi, mewarnai dan lainnya."

Bidik Pertumbuhan Premi 25%, Tokio Marine: Realistis


Telegraf, Jakarta – Perusahaan asuransi jiwa, PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (Tokio Marine Insurance) menargetkan pertumbuhan premi sebesar 20%-25% di akhir tahun ini.

Hingga kuartal 1-2018, Tokio Marine tercatat meraup premi bruto Rp 118 miliar. Angka tadi menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,2% dibanding kuartal 1-2017 (year on year/yoy).

Chief Marketing Officer Tokio Marine Insurance, Sudyawi Sahlan mengatakan, target premi yang dipatok lebih rendah dibanding capaian pertumbuhan premi pada periode 2016-2017 yang mengalami pertumbuhan lebih dari 30%. “Kami menilai pertumbuhan premi dikuartal 1-2018 agak melambat makanya kami patok target realistis,” ujarnya di Jakarta, Kamis (07/06/18).

Disampaikan Sudyawi, asumsi pelambatan tersebut kemungkinan akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Hal itu dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat. “Asuransi jiwa itu sangat sensitif, bila ada masalah politik, kriminalitas akan langsung memengaruhi daya beli masyarakat membeli premi,” tandasnya.

Meski begitu, Tokio Marine Insurance tak mau pasrah. Menurutnya agar tetap bertumbuh hingga 25% pihaknya akan melakukan sederet strategi yakni, fokus memperbanyak agen profesional atau yang bekerja secara full time. Saat ini menurutnya dari 1.500 agen yang dimiliki hanya 5%-8% yang bekerja secara full time, selebihnya part time.

“Kami akan mengejar sebayak 3.000 – 3.500 agan di tahun ini, ” ujarnya. Hingga saat ini dikatakannya channel agensi berkontribusi sebesar 75% dari total premi perusahaan, sementara jalur bancassurance menyumbang 20%.Selebihnya merupakan kontribusi dari jalur korporasi.

Strategi kedua yang dilakukan adalah fokus mengejar pasar secara direct tanpa intervensi bank. Menurutnya pada masa datang tingkat kesadaran berasuransi masyarakat akan makin tinggi, sehingga secara langsung asuransi jiwa akan dicari baik melalui online maupun langsung ke perusahaan asuransi.

Strategi ketiga, dikatakan Sudyawi pihaknya akan memperkuat produk unggulan perusahaan yakni asuransi kesehatan dengan menawarkan paket – paket produk yang telah ada dengan cara memperluas coverage. Salah satunya produk pelengkap khusus penyakit kanker dan ginjal.

Terkait program penguatan produk tadi, Tokio Marine menggelar program corporate social responsibility (CSR) bertajuk Kita Siap Berkarya dan Berdaya Bagi Generasi Penerus Bangsa.

Program CSR ini mengajak partisipasi para karyawan serta tenaga pemasar Tokio Marine untuk mengajarkan anak-anak dengan kanker dari Yayasan Kanker Indonesia berbagai macam keterampilan kreatif seperti membuat karya kerajinan tangan, bernyanyi, mewarnai dan lainnya.

Karya anak anak tersebut lalu dipasarkan oleh Tokio Marine sebagai cendramata dan seluruh hasil penjualan akan diserahkan sepenuhnya kembali. “Ini akan membuat anak-anak kanker bahagia karena dapat berkarya dan berguna walaupun dalam kondisi sakit. Kegiatan ini juga dapat jadi sumber inspirasi positif bagi lingkungan serta masyarakat luas,”pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Perusahaan asuransi jiwa, PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia targetkan pertumbuhan premi sebesar 20%-25%. NIKEI ASIAN

KBI Telegraf

close