Berikut Tanggapan Setya Novanto Terkait Penyiraman Novel Baswedan

Berikut Tanggapan Setya Novanto Terkait Penyiraman Novel Baswedan

"Apapun motif dibalik peristiwa ini, saya memandang perilaku tersebut tidak beradab dan tindakan kriminal yang harus diusut tuntas,"

Berikut Tanggapan Setya Novanto Terkait Penyiraman Novel Baswedan


Telegraf, Jakarta – Ketua DPR RI Setya Novanto mengecam serangan yang mengakibatkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terluka.

Dalam akun twitter @sn_Setyanovanto yang dipantau di Jakarta, Selasa (11/04/2017), ia mengatakan sangat prihatin atas serangan itu.

Novel Baswedan adalah penyelidik kasus KTP Elektronik. Dalam kasus ini nama Novanto sering disebut berperan walau dibantah.

Novanto juga sudah dicegah keluar negeri selama enam bulan.

“Apapun motif dibalik peristiwa ini, saya memandang perilaku tersebut tidak beradab dan tindakan kriminal yang harus diusut tuntas,” kata Ketua DPR RI.

Novel Baswedan, menurutnya, dikenal sebagai sosok yang memiliki integritas dan figur penting dibalik kinerja KPK.

“Saya mengenal beliau sebagai sosok yang memiliki integritas dan profesionalitas yang tinggi,” paparnya.

Setya Novanto dalam kicauannya di akun twitternya juga meminta peristiwa itu diusut tuntas. Ia mengatakan, sama dengan harapan masyarakat, maka pihaknya juga mendukung sepenuhnya penyelamatan KPK baik dari segi kelembagaan maupun dari segi personal.

“Serangan tersebut sebenarnya ditujukan kepada kita rakyat dan bangsa Indonesia yang saat ini tengah berperang melawan korupsi,” katanya.

Setya Novanto menambahkan dalam akun twitternya berharap kejadian ini tidak menyurutkan sedikitpun langkah KPK dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya.

Ketua DPR RI juga memberikan dukungan moril kepada Novel Baswedan dengan mendorong agar tidak mengendurkan langkah-langkahnya dalam menjalankan tugas sebagai penyidik KPK.

“Saya yakin dan percaya, saudara Novel baswedan adalah figur yang kuat dan penuh dedikasi,” kata Setya Novanto. (Red)

Photo Credit : Muhammad Irfan


KBI Telegraf

close