Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Apa Rahasia SPBU Pertamina Bisa Hemat Biaya Listrik?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Apa Rahasia SPBU Pertamina Bisa Hemat Biaya Listrik?

Kyandra Kamis, 5 Desember 2019 | 04:30 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Aktifitas pelayanan pengisian BBM di jaringan SPBU Pertamina. REUTERS/Darren Whiteside
Photo Credit: Aktifitas pelayanan pengisian BBM di jaringan SPBU Pertamina. REUTERS/Darren Whiteside
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Banyak cara dunia usaha untuk berhemat listrik. Salah satu contohnya adalah yang dilakukan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina Retail. Sebanyak 139 unit SPBU BUMN itu, saat ini menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi.

Pembangunan PLTS Atap yang turut dikerjakan oleh PT Len Industri (Persero) tersebut bisa menghemat biaya listrik hingga 20 persen dibanding sebelum menggunakan PLTS.

“PT Len turut membangun PLTS dengan kapasitas sekitar 1,3 MWp (Mega Watt peak) untuk 139 SPBU milik PT Pertamina Retail. Penghematannya hingga 20 persen,” ungkap Made Sandika, Manager Pemasaran dan Penjualan dari Unit Bisnis Energi dan Sistem Daya PT Len di depan peserta Bakohumas Tematik Kementerian ESDM di Bandung, beberapa waktu lalu.

Sebagai contohnya panel surya yang dipasang di SPBU Pertamina Kuningan Jakarta, yang telah memasang 60.000 Wp dengan sistem hybrid. Untuk kebutuhan SPBU PLTS ongrid dengan sistem PLN, sementara tenant dipasang dengan sistem hybrid, untuk menjaga agar ketika listrik mati tetap ada daya yang mengalir.

Made mengaku, dengan sistem yang ada pihaknya bisa menekan harga listrik menjadi lebih murah 20%, sekitar Rp 1.200 per Watt-nya.

“Harga lebih murah ini kami dapat dari dengan menekan biaya EPC (Engineering, Procurement, & Construction) dan kita mendapatkan pendanaan dengan bunga yang rendah yakni sebesar 5-6%,” ujar Made.

Ditambahkan Made, PT Len mendapatkan bunga rendah tersebut karena bukan meminjam dari bank konvensional namun dari Green Fund (dana yang disimpan oleh bank hasil dari eksplorasi atau konservasi energi). “Dana Green ini yang kita pakai, karena jika menggunakan pendanaan dari bank konvensional yang umumnya berbunga 9-11% maka tidak akan tercapai harga Rp 1.200 tersebut,” tambah Made.

Kerjasama yang dilakukan antara PT Len dan PT Pertamina Retail tersebut bukanlah kerjasama jual beli listrik namun sewa alat sehingga tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Dengan Pertamina Retail kita menggunakan sinergi BUMN, konsepnya dengan penunjukkan langsung. Konsep yang kita gunakan bukanlah jual beli tarif tenaga listrik, namun sewa alat dan kebetulan alatnya menghasilkan listrik dan kebetulan listriknya lebih murah,” tuturnya.

Made juga menjelaskan, bahwa PLTS yang dipasang di SPBU Pertamina tersebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri sebesar 43,5% dengan perkiraan Internal Rate Of Return (IRR) akan dapat diperoleh dalam waktu 10 tahun dengan masa pemakaian alat 20 tahun.

Pembangunan PLTS di SPBU-SPBU Pertamina merupakan bagian dari sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan yang pemanfaatannya masih rendah yakni baru mencapai 9.76 GW atau 2.2% dari potensi yang ada yang mencapai 442 GW.

Kerja sama ini juga untuk mendukung program pemerintah untuk mencapai target Bauran Energi Nasional 23% dari energi baru terbarukan pada tahun 2025 dengan kontribusi dari PLTS yang ditargetkan sebesar 6,5 GWp (Giga Watt peak). (Red)


Photo Credit : Aktifitas pelayanan pengisian BBM di jaringan SPBU Pertamina. REUTERS/Darren Whiteside 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Hacking Hackers
Komdigi dan DPR RI Kembali Perkuat Sistem Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Pemerintah Dorong Ruang Digital Aman Demi Cetak Generasi Emas 2045
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Literasi Digital, DPR Bareng Komdigi Bahas Bahaya Judi Online
Waktu Baca 2 Menit
Diundang NASA ke Amerika Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Waktu Baca 4 Menit
Bung Karno dan Soerjo Projo: Menakar Nasib Bangsa di Era Prabowo
Waktu Baca 12 Menit

Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan

Waktu Baca 4 Menit

Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global

Waktu Baca 9 Menit

Gerindra Hanya Tegur Anggotanya Yang Kedapatan Merokok Saat Rapat Legislative

Waktu Baca 3 Menit

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?