ANRI Gelar Soft Launching Arsip Foto KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

"Penting sekali arsip itu karena mereka yang akan datang bisa tau dan bisa mempelajari apa saja yang bisa dilakukan untuk membangun dan memperbaiki bangsa dan negara ini karena bisa belajar dari yang sudah lampau apa sih kekurangannya apa yang baik itu yang diambil dan kekurangannya di perbaiki"

ANRI Gelar Soft Launching Arsip Foto KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Telegraf, Jakarta – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar Soft Launching Arsip Foto KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) seorang tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia  ke empat pada periode 1999 hingga 2001. Hadir dalam agenda tersebut istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid.

Sinta mengatakan arsip itu sangat penting, dengan foto kita bisa melihat masa lalu, Gus Dur sebagai Presiden kala itu, kiprahnya bisa dilihat di masa kini dan masa datang melalui araip tesebut.

Lanjut Sinta dengan arsip foto, mereka mereka yang hidup di masa kini dan masa datang bisa mempelajari apa yang sudah dikiprahkan di masa lalu dan bisa memetik apa yang baik, sementara kekurangannya bisa di perbaiki di masa sekarang dan masa yang akan datang.

“Penting sekali arsip itu karena mereka yang akan datang bisa tau dan bisa mempelajari apa saja yang bisa dilakukan untuk membangun dan memperbaiki bangsa dan negara ini karena bisa belajar dari yang sudah lampau apa sih kekurangannya apa yang baik itu yang diambil dan kekurangannya di perbaiki,” tutur Sinta di Jakarta.

Dengan diarsipkannya foto foto Gus Dur masyarakat yang akan datang akan tahu kepemimpinan dan kiprah Presiden ke 4 yang terkenal dengan tretmen “gitu aja kok repot.”

“Agar semua masyarakat tahu bahwa saya kira tidak hanya Gus Dur semua Presiden foto fotonya akan diarsipkan. bahwa pemimpin yang telah memimpin siapa saja,” kata Sinta Rabu (24/7).

Plt Kepala ANRI M Taufik menjelaskan bahwa sebuah negara tidak akan bisa tumbuh tanpa masa lalu, tanpa ada warisan masa lalu tidak bisa membenahi apa yang yang kurang saat ini.

“Bangsa ini akan bangkit dan tumbuh berkembang berdasarkan suatu peradaban bangsanya manakala arsipnya lengkap kita simpan dengan baik, ini adalah peradabah legesi warisan generasi ke generasi,” ungkap Taufik.

Ia juga mengatakan Arsip adalah fakta dan lembaga penyaji data. Secara teori dan konsep ada 3 dimensi, dimenai pertama adalah masa lalu dimana seorang Gus Dur mempunyai masalalu. Dibalik masa lalu ada masa kini, dimensi ke tiga adalah feature melihat Gus Dur adalah seorang yang visioner.

Taufik menambahkan terdapat 2.350 foto master yang diserahkan keluarga Gusdur. Khazanah arsip foto Gus Dur yang tersimpan di Arsip Nasional RI (ANRI) merupakan hasil akuisisi/penyelamatan arsip dari pihak keluarga Gus Dur  yang diwakili oleh istri dari Gus Dur yaitu Hj. Sinta Nuriyah Wahid. Beliau menyerahkan secara langsung arsip-arsip  Gus Dur kepada Kepala ANRI, Mustari Irawan, pada 2 Agustus 2017. Arsip-arsip yang diserahkan sebanyak 180 album foto dengan jumlah 14.116 lembar, meliputi arsip foto berwarna, kondisi baik dan beridentitas.

Daftar Arsip Statis Foto KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berjumlah 26 album foto, dengan rincian sebagai berikut: series  Pelantikan Kabinet Persatuan Nasional diantaranya pelantikan Presiden, Wakil Presiden dan Menteri Kabinet, yakni nomor arsip dari 0001 s/d 0245. Series Kunjungan Tamu Negara diantaranya Tamu dari Dalam Negeri dan Luar Negeri, yakni nomor arsip dari 0246 s/d 0402. Series Kunjungan Kerja Presiden diantaranya Dalam Negeri dan Luar Negeri, yakni nomor arsip dari 0403 s/d 2.233. Series Acara Keluarga diantaranya Acara Keagamaan dan Acara Ulang Tahun, yakni nomor arsip dari 2.234 s/d 2.350. (Red)


Cresit Photo : Sinta Nuriyah Wahid saat mengisi sambutan dalam Soft Launching Arsip Foto KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jakarta, Rabu, (24/7)/telegraf


Bagikan Artikel



Komentar Anda