Roda Dua Pengaruhi Penurunan kredit Kendaraan Bermotor

Roda Dua Pengaruhi Penurunan kredit Kendaraan Bermotor

"Melihat adanya pemulihan kredit investasi sejak tahun 2018 dan terus berlanjut pada semester pertama 2019. Hal ini merupakan indikator positif bagi iklim usaha dan ekonomi dalam jangka panjang. BCA mencatat pertumbuhan yang positif pada berbagai segmen kredit"

Roda Dua Pengaruhi Penurunan kredit Kendaraan Bermotor


Telegraf, Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) mencatat kredit kendaraan bermotor mengalami penurunan sebesar 1,5 persen setara dengan Rp48,2 triliun pada semester pertama 2019 hal ini dipengaruhi oleh Penurunnya pembiayaan kendaraan roda dua.

Penurunan pebiayaan kendayaan bermotor tersebut tidak mempengaruhi lajunya portfolio kredit semester pertama 2019 year on year (YOY) yang naik 11,5 peraen setara dengan Rp565.2 triliun. Pertumbuhan ini di topang naiknya kredit korporasi sebesar 14,6 persen YOY , kredit komersial dan UKM meningkat sebesar 12,5 peraen YOY, kredit beragun properri yang tumbuh 11,2 persen YOY serta kartu kridit menyumbang pertumbuhan 6.0 persen YOY.

“Melihat adanya pemulihan kredit investasi sejak tahun 2018 dan terus berlanjut pada semester pertama 2019. Hal ini merupakan indikator positif bagi iklim usaha dan ekonomi dalam jangka panjang. BCA mencatat pertumbuhan yang positif pada berbagai segmen kredit,” Presiden Direktur BCA. Bapak Jahja Setiaatmadja.

Selain portofolio kredit yang meningkat BCA mencatatpertumbuhan laba nersih yang naik sebesar 12,6 persen setara RP12.9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp11,4 triliun. Pertumbuhan ini diperoleh adanya kinerja operasional yang solid.

Jahja menjelaskan pendapatan operasional Bank, yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional Iainnya meningkat 16.1% menjadi Rp34,2 triliun pada semester pertama 2019 dibandingkan Rp29.5 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih meningkat 13.1% YoY menjadi Rp24.6 triliun. sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 24.5% YoY menjadi Rp9.61riliun pada semester pertama 2019.

Dari sisi dana pihak ketiga. BCA mencatat pertumbuhan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar 5.9% YoY menjadi Rp510.4 triliun, sejalan dengan kuatnya peningkatan jumlah transaksi khususnya pada e-channels. CASA tetap menjadi inti dana pihak ketiga BCA dan berkontribusi sebesar 75.7% dari total dana pihak ketiga.

“Merespon terhadap Iingkungan bisnis yang dinamis. BCA akan tetap menerapkan prinsip kehati hatian, dan di sisi lain BCA akan terus berinovasi dan beradaptasi sejalan dengan perubahan pelaku nasabah dan pertumbuhan e-commerce. BCA melihat bahwa berbagai inisiatif digital terus memberikan hasil yang positif dan memperkokoh franchise perbankan transaksi BCA. Kami terus melihat pertumbuhan baik dan segi jumlah nasabah, jumlah transaksi, maupun nilai transaksu‘ tutur Bapak Jahja Setiaatmadja. (Red)


Credit photo : Presiden Direktur BCA. Bapak Jahja Setiaatmadja usai paparan kinerja semester pertama 2019 di Hotel Kempinski, Jakarta Rabu (25/7)/telegraf


Atti K.

close