Akhirnya Menhub Setarakan Taksi Daring dan Konvensional

"Sudikah taksi online itu merajai tanpa batas kuota sehingga semua dikuasai? Kasihan mereka yang punya taksi satu terlibas dengan itu,"

Akhirnya Menhub Setarakan Taksi Daring dan Konvensional

Telegraf, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan soal Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 yang berlaku efektif mulai 1 Februari mendatang dibuat agar ada kesetaraan antara taksi online (daring) berbasis aplikasi dan konvensional.

Adapun PM 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang mengatur operasional taksi daring tersebut kini menuai penolakan dari para pengemudi taksi daring berbasis aplikasi.

“Saya bisa pertanggungjawabkan semua peraturan itu untuk pelanggan. Oleh karenanya saya tidak sakit hati karena pada saat saya membuat peraturan, kita membuat kesetaraan. Online adalah keniscayaan yang harus dijunjung,” kata Menhub Budi Karya di Kantor BMKG Jakarta, Jumat (26/01/2018).

Budi menegaskan ada empat poin penting dalam regulasi tersebut yakni kuota, stiker, SIM dan uji kelaikan kendaraan KIR. Menurut dia, jumlah taksi daring yang beroperasi harus diatur agar bisa seimbang dengan kebutuhan penumpang sehingga tidak mematikan perusahaan taksi konvensional.

“Sudikah taksi online itu merajai tanpa batas kuota sehingga semua dikuasai? Kasihan mereka yang punya taksi satu terlibas dengan itu,” ungkapnya.

Terkait pengemudi yang mengeluhkan kewajiban penempelan stiker pada kendaraan mereka, Budi menegaskan dibandingkan dengan peraturan di Inggris, kendaraan taksi daring justru dicat dengan warna khusus. Menurut dia, tujuan penempelan stiker adalah agar penumpang bisa mengidentifikasi kendaraan tersebut sebagai taksi daring.

Poin ketiga mengenai kewajiban memiliki SIM. Budi menegaskan bisnis sektor transportasi mengharuskan pengemudi memiliki SIM sebagai lisensi untuk menjamin keamanan dan keselamatan penumpang.

Poin keempat mengenai uji kelaikan kendaraan KIR, untuk menjamin bahwa kendaraan yang dioperasikan sudah layak untuk membawa penumpang.

“Sanksi nanti kita bahas. Pokoknya kita tidak mau represif. Kita semua saudara,” ungkapnya.

Baca Juga  Wakaf Saham Syariah Melenggang Ke Bursa Melalui SOTS

Budi menambahkan sanksi yang dikenakan jika ada pengemudi taksi daring yang melanggar peraturan, masih dalam pembahasan. Ia juga bersedia menerima aspirasi dari para pengemudi taksi daring yang rencananya akan berunjuk rasa pada 29 Januari mendatang. (Red)

Photo Credit : Antara


Bagikan Artikel



Komentar Anda