Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Masih Tertinggal
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Masih Tertinggal

Telegrafi Kamis, 31 Mei 2018 | 11:09 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
FILE/Dok/Telegraf
Bagikan

Telegraf, Banjarmasin – Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Rudy S Prawiradinata, mengatakan saat ini masih terjadi kesenjangan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berbagai sektor lainnya antara Kalimantan dengan berbagai provinsi di Jawa.

Menurut Rudy pada acara “Road to Indonesia Development Forum (IDF) 2018” di Banjarmasin, Rabu (30/05/18), kesenjangan tersebut antara lain di sektor pertumbuhan ekonomi, yakni di Jawa rata-rata pertumbuhannya telah mencapai di atas 7 persen, sedangkan Kalimantan pada angka tiga persen ke bawah.

“Padahal potensi pertumbuhan ekonomi Kalimantan cukup besar, namun belum tergarap secara maksimal,” katanya.

Sehingga tambah dia, potensi-potensi tersebut yang harus terus digali dan ditumbuhan, antara lain dengan melalui diskusi publik untuk menjaring ide dan praktik, baik pembangunan yang sesuai dengan karakteristik wilayah Indonesia Tengah dan kearifan lokalnya.

Menurut dia, kegiatan Indonesia Development Forum (IDF), sangat besar pengaruhnya terhadap pelaksanaan berbagai program ke depan, karena selain mendapatkan pengalaman kesuksesan dari daerah lain, juga bisa memetakan potensi yang bisa dikembangkan masing-masing daerah ke depannya.

Khusus Kalimantan tambah dia, kesenjangan terjadi, karena selama ini pertumbuhan ekonomi hanya tertumpu pada salah satu sektor, terutama pertambangan.

Sedangkan potensi lainnya, yang sebenarnya sangat besar, masih belum tergarap maksimal, seperti industri, pertanian, perikanan, pariwisata dan lainnya.

Perekonomian Kalimantan, tambah dia, masih tertumpu pada eksploitasi sektor pertambangan, sehingga tidak seimbang dengan pertumbuhan sektor lainnya.

Baca Juga :  Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026

Akibatnya, potensi yang ada, tidak bisa berdampak maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beberapa hal yang bisa dilakukan dan dikembangkan, antara lain adalah peningkatan infrastruktur, seperti pembangunan jalan maupun jembatan, yang memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di sekitar masyarakat.

Selain itu, juga pengembangkan teknologi informasi, misalnya IT di sektor perikanan. Melalui IT yang canggih, nelayan bisa menentukan koordinat lokasi ikan yang banyak, bagaimana pengelolaannya hingga pemasarannya.

Menurut dia, ke depan perlu dibangun sistem yang mempertemukan antara produsen hingga ke konsumen atau pasar, tanpa melalui perantara atau mekanisme pasar yang panjang, dan lainnya.

“Potensi-potensi tersebut, yang bisa dikembangkan menjadi bahan diskusi kami saat ini,” katanya.

Menurut Rudy, hingga kini telah masuk ke Bappenas sebanyak 576 proposal, dari jumlah tersebut, akan diambil 70 untuk dibahas dalam diskusi dan selanjutnya akan masuk dalam program Bappenas.

Acara IDF selain diikuti oleh peserta dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, juga beberapa kota lainnya di Kalimantan serta Sulawesi. (Red)


Photo Credit : Bappenas sebut bahwa saat ini masih terjadi kesenjangan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berbagai sektor antara Kalimantan dengan berbagai provinsi di Jawa. FILE/Dok/Telegraf



Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026
Waktu Baca 2 Menit
Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?