Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Atasi Gizi Buruk Masyarakat Nomaden di Pelosok Harus Bisa Bercocok Tanam
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Atasi Gizi Buruk Masyarakat Nomaden di Pelosok Harus Bisa Bercocok Tanam

Telegrafi Sabtu, 10 Februari 2018 | 13:50 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Seorang anak dari suku di Papua sedang duduk terdiam di tengah lahan yang terbuka lebar di pedalaman Papua. AP Photo
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menyarankan warga nomaden di pelosok seperti Papua harus diajari cara bercocok tanam. Hal itu untuk mengatasi persoalan gizi buruk dan campak di Papua yang jadi sorotan.

Moeldoko sudah mengemukakan saran tersebut ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Moeldoko merekomendasikan supaya TNI yang dikirim ke Papua, untuk mengajarkan bercocok tanam.

“Saya sudah mengusulkan ini ke Pak Presiden. Persoalan utamanya bukan kesehatan, tetapi dalam mencari makan itu tidak ada kepastian,” kata Moeldoko, Jumat (09/02/2018).

Menurut Moeldoko, masyarakat di pelosok Papua punya kebiasaan hidup berpindah-pindah dari satu titik ke titik yang lain. Pada kondisi demikian, kontrol kesehatan jadi lebih sulit, termasuk uluran bantuan juga jadi tidak mudah.

“Kita siapkan mereka untuk bertani. Saya menyarankan, perlu dikirim tentara masuk desa untuk menyiapkan sarana dan prasarana pertanian,” kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI ini menyatakan, prajurit TNI berkomitmen mendukung usaha membangun ketahanan pangan di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan memberikan bantuan tenaga pembangunan di sektor pertanian.

“TNI harus dilibatkan dalam kegiatan usaha ketahanan pangan. Prajurit TNI itu tak banyak tugas di daerah operasi, dan kegiatannya hanya latihan saja,” ujar Moeldoko.

Moeldoko mengatakan pula, TNI memiliki banyak prajurit. Potensi ini, ujar dia, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat di bidang pertanian. Dia menambahkan pula bahwa prajurit TNI sudah terbiasa membantu pembangunan.

Baca Juga :  DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Contohnya, sebut Moeldoko, TNI sudah berulang kali melakukan kegiatan perbaikan jalan, jembatan, atau infrastruktur lain, dalam keadaan normal maupun saat bencana melanda.

“Selain itu, prajurit TNI juga membantu merehabilitasi rumah rakyat sebagai bagian dari program Kementerian Perumahan Rakyat. Sektor pertanian juga dibantu sepenuh hati selama ini,” pungkas Moeldoko. (Red)


Photo Credit : Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), menyarankan warga nomaden di pelosok seperti Papua harus diajari cara bercocok tanam. Twitter @PurePapua

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit
Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia
Waktu Baca 11 Menit
Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK
Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Waktu Baca 2 Menit

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?