Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Akibat Cuaca Ekstrem Produksi Beras Nasional Bisa Terganggu Produksinya
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Akibat Cuaca Ekstrem Produksi Beras Nasional Bisa Terganggu Produksinya

Telegrafi Kamis, 8 Februari 2018 | 04:08 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Rice planting, South East Asia. Getty Images
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Hampir seluruh wilayah di Indonesia tengah memasuki puncak musim hujan yang terjadi antara periode Februari-Maret 2018. Cuaca ekstrem tersebut dikhawatirkan akan mengganggu produksi beras dalam negeri secara signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan sudah memprediksikan terjadinya curah hujan yang tinggi di daerah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan sampai Maret 2018 mendatang.

Pengamat kebijakan pangan dan pertanian, Jangkung Handoyo Mulyo mengingatkan, dari perkiraan cuaca yang terjadi bisa mengurangi target pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dan Perum Bulog dalam menyerap padi. Terlebih, daerah yang terdampak cuaca ekstrem merupakan sentra produksi beras Indonesia.

“Jadi, target penyerapan 2,2 juta ton sampai Juni dengan adanya perubahan-perubahan iklim, banjir dan angin, ini akan menurunkan produksi kita,” kata Jangkung Handoyo Mulyo di Jakarta, Rabu (07/02/2018).

Berbeda dengan benih, hama, dan pupuk, iklim yang terjadi sulit atau bahkan sulit untuk dikendalikan. “Kalau kita menjadikan gambaran kejadian saat ini di beberapa daerah sentra beras, maka itu pasti akan menurunkan produksi. Jadi, tidak mudah mencapai angka (2,2 juta ton) itu,” ungkapnya.

Menurutnya, iklim merupakan faktor eksternal pendukung keberhasilan di sektor pertanian dalam berproduksi, ia juga memprediksi, setiap daerah sentra penghasil beras yang terdampak hujan ekstrem akan mengurangi produksi paling sedikit 10%. Namun, persentase tersebut bisa bertambah bergantung pada cuacanya. Ketua Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada itu juga menilai, impor 500.000 ton beras bisa menjadi opsi terakhir bila target produksi beras dalam negeri gagal. Hal ini, untuk menstabilkan stok Bulog dan Pasar Beras Induk Cipinang (PBIC) yang kian berkurang.

“Kalau kemudian dengan mengandalkan produksi belum cukup, maka tidak ada salahnya impor. Sesungguhnya, langkah yang juga penting dan strategis, tetapi belum dilakukan dengan intensif, adalah disertivikasi pangan lokal,” jelsanya.

Mengenai opsi impor, dari 500.000 ton yang diwacanakan pemerintah, Bulog akan menerima 281.000 ton beras pada 28 Februari. Serapan beras tersebut dipastikan tidak mengganggu penyerapan padi dan stabilitas harga karena beras impor langsung masuk di Gudang Bulog.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Sebelumnya, Sekretaris Bulog Siti Kuwati juga menjelaskan, impor tidak akan mengganggu harga dan target pemerintah dalam menyerap hasil panen petani. Terlebih Bulog memiliki lebih dari 1.400 unit gudang yang tersebar di 26 Divisi Regional dengan kapasitas simpan seluruhnya kurang lebih empat juta ton. (Red)


Photo Credit : Cuaca ekstrem tersebut dikhawatirkan akan mengganggu produksi beras dalam negeri secara signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan sudah memprediksikan terjadinya curah hujan yang tinggi. Getty Images

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit
Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia
Waktu Baca 11 Menit
Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK
Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Waktu Baca 2 Menit

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?