Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Your All Payment (YAP) Sebuah Aplikasi Dari BNI Untuk Permudah Transaksi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Your All Payment (YAP) Sebuah Aplikasi Dari BNI Untuk Permudah Transaksi

Telegrafi Minggu, 28 Januari 2018 | 04:11 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) meluncurkan aplikasi Your All Payment(yap!), sebagai alat pembayaran untuk transaksi non-tunai (cashless) dan tanpa menunjukkan kartu debit/kredit (cardless). Aplikasi tersebut mempermudah transaksi nasabah dan ditargetkan bisa diterima pada 100.000 merchant sampai akhir tahun ini.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, saat ini jumlah merchant yang telah menerima pembayaran menggunakan aplikasi yap! sebanyak 3.000 merchant. Pihaknya mendorong nasabah kartu kredit, kartu debit, dan pengguna uang elektronik mengunduh aplikasi tersebut.

Saat ini, jumlah nasabah kartu kredit BNI sebanyak 1,7 juta pemegang kartu, sementara itu jumlah pemegang kartu debit sekitar 20 juta. Dia menyebut, total pengguna kartu mencapai 30 juta orang, namun sekitar 10 juta pengguna merupakan kartu bantuan sosial (bansos) seperti Kartu Tani dan lainnya.

“Kami dorong nasabah untuk download yap! sebagai alternatif tambahan agar tidak perlu membawa kartu (cardless) untuk melakukan transaksi, jadi tidak hanya cashless,” jelas Anggoro, di Jakarta, Jumat (26/01/2018).

Tahap pertama, perseroan menargetkan aplikasi tersebut bisa diunduh mencapai 100 ribu orang. Target ini sangat realistis di tengah tingginya penggunaan teknologi di masyarakat.

Anggoro melanjutkan, tidak seperti aplikasi pembayaran dengan smartphone lainnya yang hanya mengandalkan uang elektronik sebagai sumber dananya, yap! menjadi yang pertama dengan menggunakan tiga sumber dana, yaitu kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik BNI (UnikQu) sesuai pilihan pengguna saat bertransaksi.

Dia menjelaskan, yap! dengan berbagai kemudahannya merupakan pengganti peran mesin electronic data capture (EDC) yang dapat memenuhi kebutuhan pedagang dari berbagai macam segmen, mulai dari pedagang kecil, UMKM, ritel, toko jaringan (chain store), toko modern (premium), dan toko online (e-commerce).

Dengan demikian, semua pengguna smartphone dapat dengan mudah menggunakan yap! dengan sumber dana uang elektronik UnikQu. Sedangkan pengguna yang sudah menjadi nasabah BNI dapat menambahkan semua kartu kredit dan kartu kreditnya sebagai sumber dananya.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Adapun target dari aplikasi tersebut adalah segmen milenial yang tentunya sangat akrab dengan teknologi. Terlepas dari itu, diharapkan yap! juga dapat digunakan oleh masyarakat dari berbagai segmen.

“Dengan yap! ini, maka kami harapkan dapat mengubah kebiasaan orang dari bertransaksi dengan uang tunai menjadi nontunai sesuai dengan Gerakan Nasional Nontunai Bank Indonesia melalui smartphone,” tambah dia.

Anggoro menjelaskan, siapa saja yang memiliki smartphone android dapat mengunduh aplikasi yap! dari Play Store. Proses registrasinya mudah dan userdapat langsung memperoleh akun uang elektronik BNI (UnikQu). Untuk nasabah BNI sekaligus dapat menambahkan kartu debit dan kartu kredit BNI yang dimiliki sebagai sumber dana dalam aplikasi yap! tersebut.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Operasional BNI Bob Tyasika Ananta mengatakan, dari awal tahun perseroan berencana mendirikan modal ventura. Namun, belum bisa terealisasi dan masih mencari skema yang ideal. “Jadi opsinya bisa bikin perusahaan baru atau akuisisi yang sudah ada,” kata Bob.

Bob juga mengungkapkan, untuk membentuk perusahaan modal ventura, pihaknya mengaku tidak mengalokasikan anggaran khusus. BNI telah menyiapkan dana sekitar Rp 3-4 triliun untuk aksi anorganik tahun ini. Dengan adanya modal ventura, Bob berharap bisa mendukung digitalisasi di BNI. Selain itu, modal ventura juga bisa menjadi kendaraan BNI untuk mendidik para start-up. “Kami sebenarnya cukup konsisten mengembangkan bisnis financial technology (fintech) dengan menggandeng mitra dari Singapura dan Malaysia,” kata Bob.

Keunggulan yap! lainnya adalah kenyamanan penggunaan aplikasi dengan sistem keamanan yang andal, dengan dua tingkat keamanan pada saatlogin aplikasi menggunakan password dan bertransaksi menggunakan personal identification number (PIN) sesuai sumber dana yang digunakan (kartu kredit BNI, kartu debit BNI, atau Unikqu). (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit
Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia
Waktu Baca 11 Menit
Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK
Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Waktu Baca 2 Menit

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?