Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tommy TRD, Sosok Inspiratif di Momen Peringatan Sumpah Pemuda
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Tommy TRD, Sosok Inspiratif di Momen Peringatan Sumpah Pemuda

Telegrafi Kamis, 2 November 2017 | 06:16 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Padang – Sosok pemuda inspiratif yang fokus mengabdi pada masyarakat dan negara, Tommy TRD, Camat termuda dari Kecamatan Matur – Kabupaten Agam, Sumatra Barat, angkat bicara tentang pandangan-pandangannya mengenai ikrar Sumpah Pemuda yang dapat diaplikasikan pada masa sekarang ini. Tommy mengungkapkannya saat kami wawancarai pada hari Sabtu, (28/10/2017) di Kantor Camat Matur – Matur Hilir, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Negara Indonesia diproklamirkan oleh tokoh-tokoh pemuda, dan reformasi juga terjadi atas perjuangan para pemuda. Ini bertitik tolak dari semangat pemuda yang menggalang persatuan dan kesatuan di peristiwa bersejarah Kongres Pemuda Kedua, yang berlangsung dua hari, 27-28 Oktober 1928, di Batavia (Jakarta) yang melahirkan ikrar ‘Sumpah Pemuda’.

“Begini, sumpah pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan bentuk pernyataan sikap dari setiap pemuda di Indonesia yang meyakini akan persatuan dan kesatuan Indonesia. Dan mereka akan menjadi duta-duta yang akan mewujudkan persatuan itu, dengan  memberikan yang terbaik yang mereka bisa, bagi bangsa ini,” kata Tommy, Camat kelahiran Padang, 11 Agustus 1986.

Sebagai seorang generasimuda yang memilih jalan hidup sebagai birokrat, Tommy memiliki pandangan tersendiri pada generasimuda zaman sekarang.

“Bagi saya, birokrat atau non birokrat hanyalah sebuah profesi. Saya tidak pernah memandang bahwa profesi birokrat lebih tinggi kedudukannya dari profesi lain. Pemuda yang ada pada zaman sekarang tentu menghadapi kesulitan atau tantangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Sehingga pendekatan terhadap penanganan atau solusinya pun tentu akan sedikit berbeda. Ada benarnya bahwa pemuda sekarang semakin sedikit yang berpikir tentang bangsa, namun hampir semua pemuda di negara mana pun, terutama negara berkembang menghadapi hal seperti itu. Hal itu disebabkan karena di zaman yang serba digital saat ini, batas-batas yang dulu sangat jelas, sekarang menjadi sangat kabur.

Transfer budaya, kebiasaan dan tradisi dengan cepat berkembang. Itu hal yang tidak terelakkan. Namun tugas kami selaku Pemerintah adalah menetapkan mana hal-hal prinsipil yang tidak boleh goyah, mana hal-hal yang adaptable sehingga pemuda zaman sekarang memiliki prinsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, namun di saat yang sama juga update terhadap perkembangan zaman,” kata Tommy.

Tommy juga mengulas tentang keberadaan pemuda di dunia pemerintahan saat ini.

“Sudah mulai terlihat ke arah sana. Namun tentu juga dibutuhkan proses agar pemuda yang memilih menjadi birokrat untuk dipercaya menduduki pos-pos yang strategis. Namun pemerintah saat ini, secara umum saya rasa sudah bergerak ke arah sana. Di Kabupaten Agam sendiri, kita harus angkat topi terhadap besarnya kepercayaan yang diberikan pimpinan kepada generasimuda untuk menduduki pos-pos strategis dalam bidang pemerintahan. Dengan begitu pemerintahan selalu berjalan dinamis, kreatif dan tidak membosankan.”

Sementara itu, sebagai birokrat muda, yang saat ini menjabat sebagai Camat dengan masa karir yang masih panjang, Tommy TRD menjelaskan idealisme kepemimpinannya.

“Bagi saya pribadi, tua ataupun muda hanyalah sebuah angka, hanyalah usia. Terlebih di Minangkabau kita mengenal pepatah ‘mumbang jatuh kelapa jatuh’, artinya usia tidak berbanding lurus dengan ajal. Apakah saya menikmati? Selalu saja ada 2 sisi dalam setiap pekerjaan, sisi yang membuat kita senang, dan sisi yang membuat kita mengeluh, yang mana itu sangat manusiawi. Dan saya selalu membatasi segala sesuatunya di dalam hidup saya. Saya hanya akan melaksanakan suatu pekerjaan selama saya bisa total dalam melaksanakannya. Jika saya merasa bahwa saya tidak mampu lagi melaksanakan tugas saya dengan maksimal, maka sudah sepantasnya saya menyerahkan pekerjaan, tugas atau jabatan saya kepada orang yang akan mengembannya lebih maksimal dari saya.”

Berpijak pada idealisme kepemimpinannya, Tommy siap untuk meninggalkan profesinya sekarang.

“Kenapa tidak? Itu hal yang lumrah saja. Sama seperti yang lainnya, waktu saya di dunia ini terbatas. Sebelum waktu itu habis adalah hal yang lumrah jika saya akan mencoba melakukan hal atau pekerjaan yang lain. Robin Sharma mengatakan kita tidak bisa menjalani tahun yang sama sebanyak 75 kali dan mengatakan itu adalah kehidupan,’ kata Tommy.

Menutup wawancara dengan Tommy TRD, ia menjelaskan tentang pandangan-pandangannya ini terhadap generasi muda.

“Satu hal yang menjadi pembeda antara generasi muda dan tua adalah hal dinamis yang mereka miliki di dalam hati mereka. Sebuah semangat untuk melakukan sesuatu yang berujung kepada keberhasilan. Itu adalah hal yang harus terus dipupuk dan dikembangkan kepada hal-hal yang positif. Tentu saja mereka tidak harus memiliki pandangan atau prinsip hidup yang sama dengan saya. Namun selama mereka menjaga idealisme kemudaan mereka, semangat mereka untuk terus maju, berkreasi dan berkembang dalam hal-hal yang positif, maka mereka pada jalur yang tepat.” (Red)

Photo Credit : Dok. Pribadi


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

Waktu Baca 3 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?