Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar seminar Forum Diskusi Publik bertajuk “Program Kesehatan” pada Kamis (16/04/2026). Melalui pertemuan virtual tersebut, pemerintah menekankan bahwa penguatan upaya promotif dan preventif menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan nasional melalui kualitas sumber daya manusia (SDM).
Anggota DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, dalam pengantarnya menegaskan bahwa kesehatan merupakan variabel utama dalam pendekatan human security. Menurutnya, keamanan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan fisik, tetapi dari terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara merata.
“Kesehatan adalah fondasi utama ketahanan nasional. Menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan upaya kolektif untuk menciptakan bangsa yang kuat, produktif, dan sejahtera,” kata Sarifah.
Strategi Pemerintah dan Penguatan Layanan
Senada dengan hal tersebut, Usman Kansong menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus pada langkah-langkah strategis untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Beberapa program unggulan yang terus didorong meliputi layanan cek kesehatan gratis, memudahkan deteksi dini penyakit di masyarakat, penguatan layanan primer dan memastikan fasilitas kesehatan mampu menangani kebutuhan dasar secara cepat.
Menurut Usman, dengan pendekatan preventif dapat menggeser paradigma masyarakat dari mengobati menjadi sebuah upaya pencegahan.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan sistem pendukung yang solid,” tegas Usman.
JKN Sebagai Pilar Kesejahteraan
Di sisi lain, penggiat kesehatan masyarakat, Akhsan Raha, menyoroti peran krusial Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Ia menyebut JKN bukan sekadar akses pengobatan, melainkan bentuk perlindungan finansial yang inklusif.
“Melalui prinsip gotong royong, JKN memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk hidup sehat tanpa harus terpuruk secara ekonomi saat jatuh sakit,” jelas Akhsan.
Komitmen pemerataan layanan dan penguatan program kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh. Hal itu mencakup penurunan angka stunting secara nasional, perluasan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) termasuk Papua dengan peningkatan kualitas layanan agar lebih merata dan berkualitas.