Telegraf – Dalam rangka mempercepat transformasi digital nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Ditjen APTIKA bersama Komisi I DPR RI menggelar seminar daring bertajuk “Ruang Digital Anak Aman dan Sehat” pada Selasa (14/04/2026).
Webinar yang diselenggarakan melalui platform Zoom ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman literasi digital, sekaligus mensosialisasikan pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang tengah digencarkan pemerintah.
Implementasi PP TUNAS dan Regulasi Perlindungan Anak
Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu, selaku narasumber pertama menekankan pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan peran aktif masyarakat. Menurutnya, kebijakan yang kuat harus dibarengi dengan pengawasan konsisten agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi untuk kreativitas dan pengembangan diri.
“Pemerintah menjalankan berbagai program edukasi untuk meningkatkan kesadaran penggunaan internet sehat. Program ini melibatkan sekolah dan keluarga guna menciptakan ekosistem digital yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara optimal,” ujar Ruth.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor Universitas Sains Indonesia, Endah Murtiana Sari memaparkan mengenai implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.
“PP TUNAS adalah langkah strategis untuk memastikan platform digital bertanggung jawab secara serius terhadap keamanan, keselamatan, serta perkembangan psikologis anak saat mengakses layanan digital,” jelas Endah.
Urgensi Kewaspadaan Dini di Lingkungan Keluarga
Dari perspektif praktisi, Ketua Yayasan Bina Permata Rajawali, Fransisca Engeline Manuhutu, menyoroti pentingnya kewaspadaan dini bagi orang tua dan pendidik. Ia mengingatkan bahwa risiko digital seperti konten tidak sesuai usia dan penyalahgunaan data pribadi merupakan ancaman nyata.
“Orang dewasa harus meningkatkan literasi digital agar mampu mendeteksi secara cepat tanda-tanda masalah yang dialami anak saat berselancar di internet,” tegas Fransisca.
Antusiasme Masyarakat terhadap Transformasi Digital
Acara yang terdiri dari sesi pemaparan materi dan tanya jawab ini mendapat respon positif dari elemen masyarakat. Para peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan terkait perlindungan data dan optimalisasi internet untuk sektor edukasi serta bisnis.
Kegiatan ini diharapkan mampu mewujudkan jaringan informasi dua arah yang efektif antara pemerintah dan masyarakat. Dengan meningkatnya literasi digital, masyarakat diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mendukung percepatan transformasi digital Indonesia yang aman, sehat dan produktif.