Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Andil Dalam Pertemuan Tingkat Menteri BIMP-EAGA

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Andil Dalam Pertemuan Tingkat Menteri BIMP-EAGA

"Kerjasama subregional memainkan peran penting sebagai pondasi pembangunan kerjasama regional. Terlebih kerjasama BIMP EAGA mencakup delapan bidang utama yaitu pariwisata, perdagangan dan investasi, transportasi, ketenagalistrikan, ICT, pertanian, lingkungan serta kebudayaan dan pendidikan"

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Andil Dalam Pertemuan Tingkat Menteri BIMP-EAGA


Telegraf, Tarakan – Dalam rangka meningkatkan pariwisata, perdagangan, dan investasi transportasi, ketenagakerjaan, ICT, pertanian, lingkungan serta kebudayaan dan pendidikan, Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan tingkat menteri ASEAN, yang meliputi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang ke 21 dilakukan di Indonesia bertempat di Tarakan Kalimantan Utara.

“Kerjasama subregional memainkan peran penting sebagai pondasi pembangunan kerjasama regional. Terlebih kerjasama BIMP EAGA mencakup delapan bidang utama yaitu pariwisata, perdagangan dan investasi, transportasi, ketenagalistrikan, ICT, pertanian, lingkungan serta kebudayaan dan pendidikan,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, saat membuka pertemuan tingkat menteri BIMP-EAGA.

Darmin menjelaskan pertemuan ini diharapkan menyumbang kontribusi dalam mendukung pelaksaanaan masyarakat ekonomi ASEAN dan kerjasama ASEAN dalam segala hal, hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam Datuk Erywan Yusof, Wakil Menteri di Kantor Jabatan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Devamany, Menteri Pembangunan Mindanao Filipina Datu Abul Khayr Dangcal Alonto dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio.

Darmin menjelaskan pentingknya konektifitas antar wilayah menjadi faktor utama dalam mendukung kegiatan ekonomi untuk itu perlunya kesepakatan berbagai proyek infrastruktur prioritas yang mencapai 21,4 miliar yang meliputi proyek bandar udara, pelabuhan, jalan, jembatan dan kereta api.

“Proyek konektivitas yang menjadi prioritas bagi Indonesia antara lain pembangunan Tol Manado-Bitung, Samarinda-Balikpapan, pembangunan pserbatasan di Kalimantan Barat, Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Makassar,” ungkap Darmin.

Adapun capaian yang sudah dibukukan dalam kerjasama BIMP-EAGA pada tahun 2015 mencapai USD 34 miliar, angka ini lebih tinggi dibanding periode sebelumnya yang hanya encapai USD 28 miliar, untuk sektor pariwisata di wilayah BIMP-EAGA juga menunjukan pertumbuhan positif, dari tahun 2010-2016 kedatangan wisatawan mancanegara umbuh 6,9 persen setara dengan 83 juta jiwa pada tahun lalu yaitu 2016 dan termasuk wisatawan mancanegara yang capai 4.5 juta.

Untuk meningkatkan perekonomian yang lebih terarah Darmin mengatakan terdapat dua koridor ekonomi yaitu West Borneo Economic Corridor dan Greater Sulu Sulawesi Economic CorridoDengr, dengan pendekatan kewilayahan dan fokus pada sektor prioritas. “Target yang ingin dicapai adalah peningkatan nilai perdagangan, investasi, industri, pariwisata dan UMKM untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat,” tambahnya. (Red)

Credit Photo: Istimewa


Atti K.

close