Tanggapi Permintaan Suaka WNI di Jepang, Ini Kata Menkumham

Tanggal:


Telegraf – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly, menyatakan dilema dengan keinginan warga negara Indonesia (WNI) yang meminta suaka atau mengganti kewarganegaraan di luar negeri.

“WNI yang meminta suaka di Jepang, ini memang dilematis. Banyak mereka yang pergi untuk mencari pekerjaan dan tidak memperoleh visa yang layak,” kata Yassona melalui keterangan tertulisnya, (03/02/2022).

Menurutnya, persoalan itu sudah pernah disampaikan Menteri Kehakiman Jepang kepada dirinya dalam kunjungan kerjanya ke Jepang.

“Karena menyangkut warga negara kita, saya kira itu juga menjadi domain Kementerian Luar Negeri,” ungkapnya.

Yassona menegaskan bahwa mereka tetap menjadi WNI. Namun, kalau mereka sudah mengganti kewarganegaraan, sudah bukan menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Saya melihat itu tuntutan pekerjaan,” ujarnya.

Yasonna mengungkapkan hal yang sama terjadi di Korea Selatan. Menteri kehakiman negara itu telah melakukan konsultasi terkait dengan WNI yang meminta suaka politik.

“Di Korea Selatan, banyak warga negara kita yang bekerja di sana, habis visa, overstayer di sana, meminta suaka politik,” imbuhnya.

Yasonna menyebutkan terdapat sejumlah negara yang memiliki undang-undang. Selama pengajuan suaka, para WNI itu masih dapat bekerja.

“Kami akan berkomunikasi dengan Kemenlu tentang hal itu,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPR RI M. Nurdin mempertanyakan penyelesaian terkait dengan WNI yang ingin mendapatkan suaka di Jepang tetapi ditolak oleh otoritas setempat.

Baca Juga :   Jokowi Apresiasi Masa Mudik Lebaran 2022

Photo Credit: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. ANTARA

 

Aris Maulana

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

Kemampuan Digital Harus Beradaptasi Dengan Pemanfaatannya

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Dewan...

Jokowi dan Ganjar Pranowo Takziah ke Kediaman Buya Syafii

Telegraf - Kabar duka menyelimuti tanah air. Cendekiawan muslim...

Sosok Panutan Itu Telah Pergi, Buya Syafii Wafat Hari Ini

Telegraf - Umat Islam bahkan bangsa Indonesia kehilangan sosok...

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...