Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tangani Difabel Intelektual, Pemerintah Cari Solusi Komprehensif
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Tangani Difabel Intelektual, Pemerintah Cari Solusi Komprehensif

Kyandra Jumat, 3 Desember 2021 | 18:31 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Pelajar SLB C-C1 Yakut Purwokerto, Banyumas, Jateng, Kamis (02/12), merayakan hari disabilitas internasional yang jatuh pada 3 Desember. ANTARA
Photo Credit: Pelajar SLB C-C1 Yakut Purwokerto, Banyumas, Jateng, Kamis (02/12), merayakan hari disabilitas internasional yang jatuh pada 3 Desember. ANTARA
Bagikan

Telegraf – Pemerintah akan mencari upaya agar dapat lebih komprehensif mengembangkan anak-anak bertalenta khusus, atau difabilitas intelektual. Mereka adalah bagian dari kelompok rentan yang memiliki hak yang sama dengan warganegara lain dalam kehidupan bernegara.
Untuk dapat segera mewujudkannya, dalam waktu dekat Kantor Menko PMK segera mengundang kementerian dan lembaga terkait.

Raker ini akan membahas berbagai hal keberadaan kelompok difabel intelektual di Indonesia.
Demikian hasil pembicaraan Didik Suhardi, Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga dengan Warsito Ellwein Ketua Umum Special Olympics Indonesia (Soina), melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Jumat, (03/12/2021).

Dalam pertemuan itu, Warsito memaparkan kondisi anak-anak bertalenta khusus serta rencana penyelenggaraan Pekan Special Olympics National (Pesonas) yang akan berlangsung di Semarang, Juli 2022 mendatang. Dalam jangka panjang Soina ingin bermitra dengan pemerintah Republik Indonesia dalam mengembangkan program bagi difabel intelektual.

“Ada banyak hal yang harus dilakukan agar anak-anak bertalenta khusus itu bisa berkembang dan menghasilkan karya bagi bangsa ini,” kata Warsito.

Difabel intelektual adalah kelompok orang yang lemah dalam intelegensianya. Mereka mengalami kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga selalu membutuhkan pendampingan. Berbeda dengan ragam difabel lain, difabel intelektual punya kendala besar dalam berkomunikasi dengan pihak lain. Dalam kehidupan sehari-hari mereka cenderung kurang berinteraksi.

“Saya menyaksikan perubahan sikap masyarakat dan keluarga di Jerman yang telah membuat anak difabel intelektual bisa menjadi lebih mandiri. Kita pun bisa berbuat seperti itu, dan dengan perubahan itu, anak difabel bisa berkembang sehingga tidak menjadi beban bagi lingkungannya,” imbuhnya.

Menurut perkiraan Special Olympics Internasional setiap negara rata-rata memiliki 1,2%, sementara pihak Kementerian Kesehatan Indonesia memperkirakan sekitar 1,04% penduduk tergolong difabel intelektual. Dengan demikian jumlah difabel intelektual setidaknya ada 2,5 juta jiwa.

Saat ini ada sekitar 100.000 anak aktif dalam kegiatan-kegiatan Special Olympics Indonesia baik olah raga maupun lainya. Mereka tersebar di seluruh Indonesia. Bulan Juli 2022 mendatang sebuah festival akan berlangsung di Semarang, bertitel Pekan Special Olympics Nasional. Hasilnya akan menentukan pembentukan delegasi Indonesia yang akan berangkat ke World Summer Games di Berlin, Jerman 2023.

Photo Credit: Pelajar SLB C-C1 Yakut Purwokerto, Banyumas, Jateng, Kamis (02/12), merayakan hari disabilitas internasional yang jatuh pada 3 Desember. ANTARA

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?