Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Saudi Arabia Akan Segera Menjadi Negara Industri Maju Terdepan Di Timur Tengah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Saudi Arabia Akan Segera Menjadi Negara Industri Maju Terdepan Di Timur Tengah

Atti K. Rabu, 3 Januari 2018 | 14:48 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

Teleperson – Saudi Arabia akan mengejar ketertinggalannya dengan negara tetangganya UAE dan Qatar serta ingin menjadi negara industri maju. Untuk itu mereka hendak membangun Kota Industri Modern yang jauh lebih bagus dari Dubai dan Doha, yang terletak di pinggir Laut Merah selatan Teluk Aqaba sebelah Utara Madinah. Mulai menerapkan  pajak. Wanita boleh menyetir mobil, boleh naik motor, dan lain-lain.

Meski Saudi Arabia adalah negara dengan padang pasir yang sangat luas, industrialisasi di kota industrinya tidak mengandalkan listrik PLT Surya, tapi lebih ke PLT Nuklir. Karena PLTS tidak stabil dan sangat tergantung kepada  BATERAI /AKI raksasa untuk menyimpan setrum yang juga merusak lingkungan selain seringnya di Gurun terjadi badai pasir yang menutup plat-plat PLTS. PLTS tidak cocok untuk mendukung industrialisasi, PLTS, PLT Bayu atau angin cocok sebagai pelengkap dalam penyediaan listrik.

Saudi Arabia sudah mengadakan Kerjasama Reaktor Nuklir dengan Russia, China dan lain-lain.

Untuk dimaklumi, saat ini PLTN yang beroperasi di Russia sebanyak 35 unit pembangkit. Bandingkan dengan di Indonesia saat ini PLTN komersial 0 (nol) unit alias tidak ada. Sedangkan di Amerika Serikat ada sekitar 100 unit PLTN yang sedang beroperasi saat ini.

Kita sangat sangat tertinggal. Meski Bung Karno sudah mencita-citakannya sejak tahun 1956. Rusia, AS, Perancis, UAE, China dan lain-lain, bahkan Bangladesh  lebih cerdas dan lebih berani dari kita dalam memanfaatkan ciptaan Tuhan berupa URANIUM (nantinya juga THORIUM ) sebagai bahan baku PLTN yang dalam jumlah yang sangat kecil (dalam hitungan kg) dapat menghasilkan energi listrik yang sangat besar. Kita habis waktu untuk berdebat pro dan kontra perkara PLTN yg sudah jelas-jelas (proven) memberikan manfaat bagi kesejahteraan umat manusia. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

Waktu Baca 3 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?