Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Sandiaga S. Uno dan Ladang Pengabdian Politik
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Sandiaga S. Uno dan Ladang Pengabdian Politik

Telegrafi Jumat, 11 November 2016 | 20:43 WIB Waktu Baca 6 Menit
Bagikan
Bagikan
Teleperson – Apa motivasi utama Sandiaga Uno fokus terjun ke dunia politik? Dalam usia masih relatif muda, kenapa entrepreneur muda kaya raya ini rela melepas semua jabatan pentingnya di dunia usaha untuk fokus beraktivitas di dunia politik?

Saat politisi dan partai politik dipersepsikan dengan wajah buruk (kotor) oleh sebagian orang, termasuk oleh orang yang mengaku pengamat (pakar) politik, justru Sandi Uno yang meraih keberhasilan gemilang sebagai entrepreneur (Bos Recapital Grup) memilih menjadi Lihat Daftar Tokoh Politisi politisi, memasuki partai politik (Partai Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Gerindra).

Apakah dia tengah sengaja memasuki dunia yang kotor (politik), seperti dipersepsikan para pengamat politik itu? Ternyata tidak, saudara-saudara! Sandi Uno malah melihat dunia politik itu sebagai sarana ladang pengabdian yang jauh lebih mulia dan cakupan lebih luas daripada ladang pengabdian dunia usaha (entrepreneur) dan ladang pengabdian kalangan profesional.

Sebagai entrepreneur, dia sudah membuka lapangan kerja bagi lebih 50 ribuan tenaga kerja di perusahaannya. Menurutnya, hal itu sangat terbatas (kecil) jika dibandingkan dengan apabila seorang yang berkesempatan mengurus policy negara dan pemerintahan (Lihat Daftar Tokoh Politisi politisi).

Sebagai seorang profesional, Sandi juga telah mengalaminya ketika duduk sebagai Executive Vice President NTI Resources Ltd di Kanada dengan gaji yang lumayan besar, tetapi tidak bisa independen secara finansial dan sama sekali tidak memiliki kontrol terhadap situasi yang terjadi (krisis ekonomi 1997).

Itulah motivasi utama Sandiaga Uno memasuki dunia politik, yang menjadi bagian dari topik pembicaraannya dengan Ketua Umum Partai Gerakan Komponis Indonesia Raya (Ketua Dewan Penasehat Partai Gerindra Gerindra) tahun 2014 lalu. Kala itu Prabowo mengajaknya untuk terjun ke ladang pengabdian politik. Prabowo mengatakan sudah waktunya Sandi terjun ke panggung politik setelah sukses menjadi Lihat Daftar Tokoh Pengusaha pengusaha.

“Kalau di perusahaan, hanya bisa membantu 30-50 ribuan orang. Kalau terjun politik dan bisa mengambil keputusan publik akan bisa membantu jutaan orang,” ungkap Sandiaga, atas diskusinya dengan Prabowo.

Diskusi itu menjadi bahan renungan penting bagi Sandi. Rasionalitas berpikirnya membenarkannya. Lalu dia pun mendengar intuisi isterinya, Nur Asia, yang sudah sering menuntun keberhasilan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha  bisnisnya. Sandi pun berkonsultasi dengan ibunya, Mien Uno, seorang pakar pengembangan diri dan etika yang ternama. “Bangsa ini akan seperti ini saja kalau orang baik seperti kamu tidak mau berkorban masuk ke politik,” kata Sang Ibunda, seraya berpesan supaya Sandiaga (harus) benar-benar mengabdi untuk rakyat.

Sekali lagi, itulah motivasi Sandiaga memasuki dunia politik. Kalau motivasinya mencari harta kekayaan, tentu dia tidak akan pernah mau melepas ‘kekuasaannya’ di dunia usaha. Latar belakangnya yang dididik dalam keluarga yang memiliki kompetensi dalam bidang pengembangan diri, etika dan sopan-santun (beradab), dan jejak rekamnya sebagai seorang profesional dan Lihat Daftar Tokoh Pengusaha pengusaha, dia pantas diapresiasi dan disambut gegap-gempita kehadirannya dalam dunia politik.

Dengan mengikuti cara berpikir para pengamat politik, bukankah bangsa ini miskin politisi yang negarawan? Politisi negarawan itu adalah politisi yang cakap mengurus policy negara dan pemerintahan serta sudah berhenti memikirkan kepentingan dirinya sendiri.

Sandiaga memiliki motivasi un-tuk menjadi politisi negarawan. Dia berhenti sebagai pengusaha dan secara resmi memasuki partai politik sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, tepat 8 April 2015, sesuai dengan keputusan Munas Partai Gerindra.

Penuhi Kriteria Pemimpin

Ketua Umum Partai Gerindra dan Dewan Penasehat Partai Gerindra Prabowo Subianto menilai Sandiaga S. Uno memenuhi sejumlah kriteria sebagai pemimpin. Prabowo menegaskan hal itu seusai melantik Sandiaga sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2015-2020 di Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2016). Menurut Prabowo, beberapa syarat itu adalah tidak sewenang-wenang, tidak serakah, dan tidak sombong.

Prabowo dalam sambutannya, menyebut nama tengah Sandiaga, yaitu Salahudin. Kata Prabowo, nama Salahudin itu merupakan nama seorang pemimpin besar, yaitu Salahudin Al Ayubi. Maka, Prabowo berharap Sandiaga punya jiwa kepemimpinan yang sama.  “Sandaga Uno ini ada Salahudin-nya. Diharapkan seperti Salahudin Al Ayubi, pemimpin yang menurut ýsaya besar dalam sejarah dunia. Salahudin Al Ayubi adalah idola saya. Saya baru tau Sandiaga Uno ada Salahudin-nya. Nggak salah saya memilih pengganti saya di APPSI,” kata Prabowo disambut tepuk tangan.

Maka tak heran bila Ketum Gerindra Prabowo Subianto sudah menyapa Sandiaga Uno dengan sebutan ‘gubernur kita’ saat perayaan HUT ke-8 Partai Gerindra merayakan (6/1/2016). Sebab ternyata Prabowo memang sudah memerintahkan Sandiaga untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi Pilgub DKI 2017. Pada 26 Januari 2016, Partai Gerindra pun telah secara resmi mendaftarkan nama Sandi Uno sebagai salah satu bakal calon gubernur DKI Jakarta. (CRS)

Foto : Sandiaga S. Uno enterpreneurship yang terjun kedalam kancah dunia politik. | Ist. Photo
Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

Waktu Baca 3 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?