Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Rekayasa Genetika Ikan Hias Langka di Indonesia Bukan Ancaman
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Rekayasa Genetika Ikan Hias Langka di Indonesia Bukan Ancaman

Atti K. Sabtu, 31 Desember 2016 | 00:46 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) tidak khawatir dengan pencurian melalui rekayasa genetika ikan hias langka, karena pasar juga tidak antusias dengan produk jiplakan. Kalaupun ada rekayasa genetika tersebut, pecinta ikan hias hanya sekedar untuk fancy. “Tidak ada masalah, dan bukan ancaman. Kalau negara lain termasuk Malaysia mau curi (melalui rekayasa), hasilnya juga tidak laku. Hasil rekayasa tidak natural. Kalau ikannya diekspor, ada larangan di luar negeri. Mereka sangat concern dengan hak asasi binatang termasuk ikan hias,” Teguh Minarno Wijaya dari DIHI mengatakan kepada Telegraf.

Ikan hias yang direkayasa, sekelebat akan terlihat ber-fluorescent. Warnanya juga seperti lampu, atau berfluorescent. Rekayasa genetika dikembangkan oleh beberapa ilmuwan, salah satunya untuk pemasaran binatang peliharaan. Teknologi DNA yakni suatu revoluasi di dalam bidang bioteknologi rekayasa genetika. Di satu sisi, keberhasilan rekayasa sebagai angin segar, kontribusi untuk kegiatan penelitian. Selain itu, rekayasa sangat bersinggungan dengan pemanfaatan secara komersial, bisnis. “Persaingan (bisnis ikan hias) dengan negara tetangga termasuk Malaysia dan Singapura, bukan (ranah) rekayasa genetika. Persaingan kami dengan Malaysia, pada budidaya (ikan hias) secara alami. Kualitas ikan hias kita dan Malaysia, bisa imbang.”

Sentra budidaya ikan hias Indonesia kebanyakan terpusat di Medan, Sumatera Utara. Sementara pembudidaya asal Malaysia, lebih terkonsentrasi di Penang. Karena jarak Medan – Penang tidak terlalu jauh, pebisnis dan pembudidaya ikan hias lebih intens berinteraksi. “Bogor dengan lingkungan yang agak adem juga cocok untuk sentra budidaya ikan hias. Sekarang ini, ikan hias jenis botia yang diandalkan untuk ekspor ke luar negeri termasuk Eropah. Tapi tidak ada kekhawatiran, (pencurian) dengan rekayasa genetika. LSM (lembaga swadaya masyarakat) di luar negeri menyoroti hal-hal terkait hak asasi binatang. DIHI juga akan bereaksi.” (S.Liu)

Baca Juga :  OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Foto : Ilustrasi


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit
HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah
Waktu Baca 2 Menit
BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan
Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital

Waktu Baca 2 Menit

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Bangun Loan Factory, Dorong Efisiensi dan Kendali Risiko Kredit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Bidik Produksi Hingga 2,105 Juta Ton, Alokasi Kargo Tunggu Arah Pemerintah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DSLNG Raih PROPER Hijau 2026, Dorong Efisiensi dan Nilai Ekonomi Berkelanjutan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Investor Kripto Capai 20 Juta, OJK Perkuat Edukasi di Tengah Ketidakpastian Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Ekspor Perdana STRK ke Singapura, Perusahaan Bidik Diversifikasi Pendapatan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?