Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Puan Maharani dan Peran Perempuan Dalam Kehidupan Bangsa
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Puan Maharani dan Peran Perempuan Dalam Kehidupan Bangsa

Telegrafi Selasa, 24 April 2018 | 03:14 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Puan Maharani mengatakan, peringatan Hari Kartini menjadi momentum menegaskan peran perempuan pada kehidupan berbangsa dan bernegara. | Herman Zakharia
Bagikan

Teleperson – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, peringatan Hari Kartini menjadi momentum menegaskan peran perempuan turut serta dan berkontribusi dalam memajukan bangsa.

“Perempuan Indonesia kini leluasa menjalani karir dan dapat berprestasi di berbagai bidang, antara lain, pendidikan, olahraga, politik, pemerintahan, ekonomi, dan sosial,” kata Puan Maharani melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (21/04/18).

Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April bertepatan dengan hari kelahiran RA Kartini. RA Kartini ditetap sebagai pahlawan nasional, karena kegiatannya dinilai menangkap semangat emansipasi bagi kaum perempuan.

Menurut Puan, peran perempuan dimulai dari skala terkecil yakni turut menentukan kemajuan keluarga dan lingkungannya, dan meluas secara berjenjang hingga di tingkat negara.

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo berkomitmen memberi ruang lebih luas untuk kemajuan kaum perempuan Indonesia. Kaum perempuan bisa menyejahterakan dirinya, keluarganya, kemudian lingkungannya. Itu yang harus dimiliki setiap perempuan,” kata Puan.

Putri Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri ini menjelaskan, penetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini, ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 1964 pada 2 Mei 1964, oleh Presiden Soekarno.

Menurut Puan, semangat Kartini dalam mencerdaskan bangsa dan memperjuangkan emansipasi perempuan harus terus dijaga. “Habis gelap terbitlah terang. Kalimat penuh makna dari Kartini itu harus menginspirasi kita untuk menjadi bangsa yang optimistis dan mandiri untuk bekerja sama mencapai tujuan yang lebih baik,” ujarnya.

Puan juga memberikan perhatian pada literasi nasional yang menjadi fokus perjuangan Kartini. Pemerintah Indonesia, kata dia, melakukan banyak cara dalam menekan angka buta huruf di seluruh Indonesia, di antaranya dengan menggalang relawan literasi dan membangun lebih dari 6.000 taman bacaan masyarakat (TBM).

Puan menjelaskan untuk menambah kecepatan menekan angka buta huruf, Presiden Joko Widodo telah menggulirkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan menyetujui delapan butir literasi yang salah satunya adalah pengiriman buku secara gratis melalui Kantor Pos setiap 17 Agustus.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, sekitar 3,4 juta orang Indonesia masih tercatat buta huruf. Jumlah 3,4 juta jiwa tersebut, menurun dari tahun 2014 yang mencapai 5,9 juta. Dari angka buta huruf tahun 2017, sebanyak 2.258.990 di antaranya adalah perempuan. (Red)


Photo Credit : Puan Maharani mengatakan, peringatan Hari Kartini menjadi momentum menegaskan peran perempuan pada kehidupan berbangsa dan bernegara. | Herman Zakharia

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

Waktu Baca 3 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?