Telegraf – Pernahkah kamu membayangkan dunia runtuh bukan karena kehilangan harta, tapi karena ancaman kehilangan anak sendiri? Di titik itulah hidup Naya diuji.
Film drama keluarga terbaru “Kupeluk Kamu Selamanya” hadir bukan sekadar untuk ditonton, tapi untuk dirasakan.
Ini adalah kisah tentang seorang ibu tunggal yang berjuang di antara keterbatasan ekonomi, luka masa lalu, dan satu hal yang tak bisa ditawar: Aksa, putranya.
Mengapa film ini sulit dilewatkan?
Akting yang Menyentuh
Hana Malasan tampil sebagai Naya dengan emosi yang rapuh namun tetap menyala.
Ia bukan hanya berakting—ia “hidup” sebagai seorang ibu yang terus bertahan di tengah tekanan.
Konflik yang Dekat dengan Realita
Kehadiran Bagaskara yang diperankan oleh Ibnu Jamil menambah lapisan konflik emosional: perebutan hak asuh anak yang tidak hitam-putih, tapi penuh luka dan alasan masing-masing.
Sentuhan Produksi yang Baru
Debut produser Dinda Hauw membawa warna baru dalam kerja sama antara Kuy Studios, Aktina Film, dan sutradara Pritagita Arianegara yang dikenal piawai meramu drama emosional tanpa terasa berlebihan.
Pesan yang Menempel Lama
Film ini mengingatkan satu hal sederhana tapi kuat: cinta ibu bukan teori—ia tindakan, pengorbanan, dan keteguhan yang sering tidak terlihat.
Siapkan hati sebelum menonton
“Kupeluk Kamu Selamanya” bukan tipe film yang kamu tonton sambil scroll ponsel. Ini film yang akan membuatmu diam, mungkin menelan air mata, lalu berpikir ulang tentang arti rumah dan keluarga.
Tayang serentak di bioskop: 30 April 2026