Perinsip Kehati Hatian Hasilkan Aset Rp4,9 Triliun

"Kami selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas kemitraan dengan nasabah dalam setiap menyalurkan pembiayaan,”

Perinsip Kehati Hatian Hasilkan Aset Rp4,9 Triliun

Telegraf, Jakarta – Walaupun pertumbuhan ekonomi masih belum stabil tetapi pemulihan perekonomian menunjukan hal yang positif begitu pula PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah), dengan perinsip keahati hatian dan menjaga kualitas kemitraan Aset 2017 tumbuh diangka Rp5,9 triliun atau meningkat sebesar 19,3 persen dari periode tahun lalau 2016 yang hanya di posisi Rp4,9 triliun.

Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK) dari Rp3,8 triliun pada 2016 menjadi Rp4,7 triliun pada 2017. Sementara pada bisnis pembiayaan, BCA mencatat peningkatan sebesar 21,03 persen menjadi Rp4,19 triliun.

“Kami selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas kemitraan dengan nasabah dalam setiap menyalurkan pembiayaan,” ungkap Presiden Direktur BCA Syariah, John Kosasih, di Jakarta.

BCA Syariah juga membukukan laba bersih sebesar sebesar Rp 47,86 miliar. Tumbuh 30,0% year on year (yoy) dari tahun lalu sebesar Rp 36,82 miliar.

Pertumbuhan ini juga ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang meningkat di sepanjang tahun 2017, dimana BCA Syariah telah menyalurkan pembiayaan hingga Rp 4,19 triliun. Angka tersebut tumbuh 21,03% yoy dari tahun lalu sebesar Rp 3,46 triliun.

“Kedepan kita juga akan mendorong pembiayaan konsumer dan UMKM. Potensi konsumer ada pada nasabah korporasi yang memiliki karyawan banyak. Sehingga bisa disalurkan ke sana,” jelas John saat di temui di acara media gathering BCA, Rabu (21/3/18).

John menerangkan di tahun 2017 BCA Syariah BCA Syariah melakukan beberapa inisiatif pengembangan delivery channel dengan peningkatan fitur-fitur pada e-channel yang telah ada serta menambah alternatif fasilitas transaksi nasabah. (Red)


Photo Credit : File/Dok/Ist. Photo

Tanggapi Artikel