Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca OJK: Pertumbuhan Ekonomi Domestik Dorong Penyaluran Kredit Lebih Tinggi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

OJK: Pertumbuhan Ekonomi Domestik Dorong Penyaluran Kredit Lebih Tinggi

Telegrafi Kamis, 18 Januari 2018 | 22:24 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Seorang karyawan terlihat melintas di depan kantor OJK. Joglosemar/Mohammad Ayudha
Photo Credit: Seorang karyawan terlihat melintas di depan kantor OJK. FILE/Mohammad Ayudha
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan meyakini sektor jasa keuangan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2018 di Jakarta, Kamis malam, mengatakan hal tersebut didasarkan solidnya indikator sektor jasa keuangan, baik dari sisi pemodalan dan likuiditas maupun tingkat risiko yang terkendali.

Ia mengatakan permodalan lembaga jasa keuangan di Indonesia relatif kuat yang ditunjukkan dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) perbankan sebesar 23,36 persen.

Dengan asumsi CAR disesuaikan ke level setara dengan rata-rata CAR perbankan di kawasan ASEAN-5 yaitu 18 persen, maka industri perbankan Indonesia memiliki potensi untuk mendorong penyaluran kredit bahkan sampai dengan Rp640 triliun.

“Jadi kami tidak akan ada kendala permodalan di perbankan Indonesia. Kuatnya permodalan ini juga didukung tingkat risiko kredit yang terkendali dengan rasio NPL 2,59 persen gross, tentunya dengan tren yang menurun,” ucap Wimboh.

Sementara itu, lanjut dia, likuiditas yang tersedia di sektor jasa keuangan masih memadai, yaitu mencapai Rp626 triliun.

“Kinerja intermediasi perbankan masih perlu ditingkatkan mengingat realisasi pertumbuhan kredit mencapai 8,35 persen (year-on-year) pada 2017 masih di bawah rencana bisnis bank (RBB) sebesar 11,86 persen (yoy).” Kata Wimboh.

“Kami melihat hal ini masih dalam batas yang wajar karena beberapa debitur masih dalam proses restrukturisasi yang dilakukan perbankan untuk memitigasi peningkatan risiko kredit,” jelasnya.

Baca Juga :  Sampai Saat Ini, SPBU Swasta Belum Memesan Solar ke Pertamina

OJK menilai percepatan proses restrukturisasi serta membaiknya pertumbuhan ekonomi domestik akan mendorong penyaluran kredit lebih tinggi lagi pada tahun-tahun ke depan.

Optimisme diperlihatkan oleh pelaku industri jasa keuangan sebagaimana tercermin dalam RBB 2018 yang menargetkan ekspansi kredit sebesar 12,2 persen dan dana pihak ketiga sebesar 11,16 persen.

Wimboh mengatakan perkembangan kinerja lembaga keuangan non-bank menunjukkan perkembangan positif dengan risiko yang terkendali.

Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan aset industri asuransi sebesar 20,2 persen (yoy), melampaui pertumbuhan di 2016 sebesar 18,2 persen (yoy) yang didukung oleh tingkat permodalan yang memadai untuk membayar potensi adanya klaim.

Wimboh menyebut piutang pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 7,05 persen (yoy) dengan tingkat pengelolaan risiko yang memadai. (Red)

Photo Credit : Mohammad Ayudha


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris
Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg
Waktu Baca 4 Menit
Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark
Waktu Baca 11 Menit
AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat
Waktu Baca 7 Menit
Photo Credit: Seorang petugas kebersihan sedang membersihkan gedung KPK. ANTARA
KPK Sita Ratusan Juta Tunai Dari Kasus Korupsi Wali Kota Madiun
Waktu Baca 2 Menit

Trump, Indonesia dan Titik Nol Baru

Waktu Baca 16 Menit

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit

Tim SAR Temukan Total 10 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Sampai Saat Ini, SPBU Swasta Belum Memesan Solar ke Pertamina

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengusap mukanya saat menyampaikan konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (21/02). ANTARA/Sigid Kurniawan
Ekonomika

Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI Oleh DPR Akan Dimulai Hari Ini

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Anggito Abimanyu: LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga Mei 2026

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

IASC Kembalikan Dana Korban Scam Rp161 Miliar

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Penjual rokok asongan. REUTERS
Ekonomika

Bersiaplah Purbaya Bakal Legalkan Peredaran Rokok Ilegal

Waktu Baca 2 Menit
Armada truk yang dioperasikan oleh perusahaan energi negara Pertamina meninggalkan depo Plumpang di Jakarta Utara. (FILE/JP))
Ekonomika

Mulai Maret 2026 Pertamina Siap Pasok Solar ke SPBU Swasta

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Pemerintah dinilai perlu memprioritaskan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam pemulihan ekonomi. Hal ini karena sektor UMKM bisa memberikan efek berganda atau multiplier effect kepada masyarakat, termasuk dalam menciptakan permintaan. VOI/Angga Nugraha
Ekonomika

DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan Untuk Bangsa

Waktu Baca 5 Menit
Ekonomika

Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?