Multi Talent Woman, Niwari Schryver Dari Fashion Desainer, Bisnis Sampai Modeling

Tanggal:



Teleperson – Siang di sebuah restoran berkonsep Jawa di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Niwari begitu desainer ini akrab disapa, wanita yang menggeluti profesi sebagai Fashion Designer, Bussines Woman, Motivator dan Trainer untuk para kaum perempuan dan modeling dan juga seorang Direktur pada perusahaan telekomunikasi di Jakarta. Selang beberapa menit menunggu, ia hadir dengan begitu cantik, anggun dan fashionable dengan busana rancangannya. Sembari menunjukkan beberapa busana rancangannya yang akan dikenakan pada sesi pemotretan siang itu, ia bercerita banyak mengenai awal kiprahnya di dunia seni dan tentu fashion design khususnya.


Hasil gambar untuk niwari schryver


Niwari seorang sosok wanita yang penuh karya dalam bidang seni. Ia memulai kariernya sebagai seorang model pada saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Ya, masa mudanya penuh dengan kegiatan positif, ia pandai mengisi waktu luang. Selain sebagai seorang model, Niwari yang pada saat itu sangat menyukai kucing Persia, mendandani kucing-kucingnya tersebut dengan pakaian dan aksesoris nan fashionable. Bukan sekedar iseng, ia sangat serius dalam menekuni profesinya sebagai cat fashion designer. Ia pun menunjukkan eksistensi dan prestasinya dalam bidang itu, 18 trofi dari berbagai perlombaan, berhasil diraihnya.


Menampilkan _MG_9944.JPG

Profesinya sebagai cat fashion designer berhenti kala ia menikah dengan seorang pria berkebangsaan Amerika. Namun justru di situlah ia memulai profesi barunya yang ternyata lebih menjanjikan, “Setelah menikah dan punya anak, saya berpikir sudah cukup dengan kucing, lalu saya mencoba desain untuk manusia, dan langsung tembus market Amerika,” ia mengenang masa-masa itu.


Hasil gambar untuk niwari schryver

Awal mula memutuskan banting setir menjadi perancang baju pun tanpa sengaja. Kala itu saat Niwari menikah di Amerika, ia merancang sendiri kebaya pengantin yang dikenakannya. Tak disangka banyak yang menanyakan dan tertarik dengan kebayanya itu. Niwari melihatnya sebagai sebuah peluang, kemudian ia segera bergerak untuk memulai mengaplikasikan peluang yang telah ditangkapnya itu, dengan terlebih dahulu memasarkan hasil desainnya di pasar Amerika.


Hingga, ia pun akhirnya bolak-balik terbang Jakarta – New York – Jakarta untuk membawa dan memasarkan busana rancangannya yang diberi label namanya sendiri, ‘Niwari Schryver’. Karya Niwari tak sebatas pada desain busana saja, ia pun merancang aksesoris pendukung lainnya, seperti perhiasan, sarung tangan, hingga hiasan kepala.


Menampilkan _MG_9963.JPG


Setelah sukses di pasar Amerika, Niwari pun kemudian mengembangkannya untuk pasar lokal dan Eropa. Sangat mudah baginya menembus market baru lantaran baju-baju yang didesainnya itu bergaya couture yang memang digemari di pasar internasional. Niwari pun sangat menjaga eksklusivitas dari tiap rancangannya. “Semua desainku bernafaskan elegant, glamour dan comfy. Aku tidak suka yang terlalu seksi. Jadi busana rancanganku, ada elegant dan classy yah. Seksi tapi masih berkelas, jadi tidak terlalu terbuka,” tuturnya sembari menunjukkan contoh gaun cheongsam yang anggun.


Selain busana-busana couture yang anggun dan berkelas, Niwari juga merancang busana lainnya sesuai permintaan pelanggan, dan salah satu busana favorit yang paling banyak dipesan adalah kebaya pernikahan. Dalam merancang busana pesanan klien, wanita asli Yogya – Solo ini, berusaha untuk selalu mengikuti selera klien yang sesuai dengan kepribadian masing-masing. Ya, Niwari memang memiliki misi ingin melihat pelanggannya tampil cantik, seksi, dan elegan, namun tetap sesuai dengan kepribadian masing masing, seperti dirinya.


Melihat pangsa pasar yang besar, khususnya pasar internasional, Niwari merambah dengan menyediakan busana ready to wear yang tengah dipersiapkannya. Meski begitu, Niwari tetap memproduksi secara terbatas untuk menjaga agar produknya tetap eksklusif. Ia menyediakan beberapa potong busana dengan berbagai ukuran mulai dari S, sampai XL untuk diekspor ke pasar Amerika dan Eropa. “Saya sedang mempersiapkan ready to wear for summer collection,” pungkas lulusan S2 Corporate Communication LSPR ini.

Keahliannya tak hanya soal merancang busana saja. Niwari sejatinya adalah wanita multitalenta yang menguasai banyak ilmu dalam bidang seni khususnya. Ia juga menguasai desain grafis dan tata rias wajah dan rambut. Hal itu lantaran, sejak muda ia mengakui memang sangat suka belajar. Hal apapun yang menjadi minatnya dipelajarinya dengan serius. Seperti makeup misalnya, wanita ayu ini, bahkan sampai mengikuti sekolah professional make up bridal artist di Gusnaldi.



Menampilkan _MG_9903.JPG

Tak heran jika Niwari tak membutuhkan bantuan makeup artist untuk menata wajah dan rambutnya. Ia bahkan kerap diminta teman-teman sesama sosialita untuk merias wajah mereka dalam acara tertentu. Niwari pun tak sungkan berbagi ilmu, ia juga mengajar makeup kepada teman-teman sosialitanya itu.

“Awalnya dari hobi yah, dulu kan aku lama di modeling, jadi suka dengan segala hal yang bersentuhan dengan dunia modeling dan dunia seni, seperti fashion, makeup dan desain grafis. Jadi memang semua yang aku lakukan ini sesuai dengan kecintaan aku, jadi aku bekerja tapi seperti nggak merasa kerja karena hobi. Dan bisa membuat perempuan tampil lebih cantik dengan karyaku, rasanya suatu kebanggaan tersendiri,” terangnya sembari tersenyum manis.

Tak hanya mempelajari sesuatu yang berkaitan dengan hobinya, wanita kelahiran 17 Desember 1980 ini, juga masih memiliki ambisi untuk melanjutkan pendidikan akademisnya. “Kalau ada waktu saya masih mau ambil S3, tapi untuk saat ini belum kepegang. Suatu saat nanti aku pasti akan kuliah S3,” tekadnya penuh semangat.


Menampilkan _MG_9876.JPG


Menampilkan _MG_9857.JPG


Niwari juga bertekad, suatu saat nanti ia akan membangun sebuah bisnisnya menjadi one stop place, yang menyediakan segala hal yang bersentuhan dengan dunianya, “Jadi nanti orang yang datang bisa pesan baju, bisa belajar makeup, dan saya sediakan jasa foto dan desain grafis juga. Aku pengin semuanya jadi satu kesatuan karena aku senang dunia seni,” ia menutup pembicaraan. (Red)

Photo credit : Niwari Doc/Telegraf/Koeshondo W. Widjojo


Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...

Membangun Generasi Emas Di Era Digital

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama...

Penyaluran Kredit Bank BTN di Wilayah Timur Indonesia Capai 171 Persen

Telegraf - Program Bank Tabungan Negara (BTN) Solusi yang...

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dapatkan Apresiasi Dari PBB

Telegraf - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia mendapatkan apresiasi...