Mendikbud: Sekolah Film Sampai Saat Ini Tidak Ada

Date:



Telegraf, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan merintis Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang perfilman yang bertujuan untuk memastikan tersedianya tenaga terampil di bidang perfilman.

“Kami ingin agar perfilman bangkit. Jika sudah bangkit maka kebutuhan akan insan perfilman semakin besar. Untuk itu, kami memastikan tersedianya tenaga terampil yang menopang pertumbuhan industri perfilman di Tanah Air,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan sudah ada beberapa sekolah kejuran di bidang perfilman yang dirintis di beberapa kota. Selain merintis SMK perfilman, pihak Kemdikbud juga sebelumnya juga menyediakan studio mini di sekolah-sekolah.

“Anggaran untuk perfilman juga kami tingkatkan dua kali lipat pada tahun ini.”

Anggaran untuk perfilman pada tahun sebelumnya sebesar Rp50 miliar dan pada 2017 ini meningkat menjadi Rp90 miliar.

Mendikbud mengatakan pihaknya berupaya untuk meningkatkan literasi perfilman di Tanah Air. Sehingga timbul rasa menghargai karya-karya seni sejak dini.

“Dalam jangka panjang, akan ada pemisahan film anak dan dewasa. Ke depan, film anak diperbanyak dan kami akan menentukan media apa untuk menyampaikan pesan,” lanjut dia.

Sementara itu, aktor senior Slamet Rahardjo mengatakan sampai saat ini sekolah film masih soal warisan atau dengan kata lain jika orang tuanya juru kamera maka anaknya pun banyak yang menjadi juru kamera.

Baca Juga :   Indonesia Akan Menjadi Tuan Rumah Kongres IPA 2022

“Sekolah film sampai saat ini tidak ada, namun yang berbakat banyak.”

Slamet berharap jangan sampai uang yang dialokasikan pemerintah untuk perfilman terbuang sia-sia dan tidak mengakomodasi bakat-bakat terpendam.

“Film Indonesia sangat penting karena film tersebut dibuat oleh orang Indonesia dengan pemikiran Indonesia,” kata Slamet.

HFN bisa menjadi momentum untuk meningkatkan serta membangkitkan kembali dunia perfilman di Tanah Air.

“Kita tahu, pemerintahan Jokowi-JK menegaskan bahwa perfilman adalah industri yang menjadi prioritas karena perfilman yang menjadi andalan dalam menopang ekonomi dan mengembangkan kebudayaan nasional,” papar dia. (Red)

Photo credit : Antara


Artikel Lainnya

Lainnya Dari Telegraf
Telegraf

BTN Bersama REI Wujudkan Rumah Rakyat Berkualitas

Telegraf - Bersama REI PT Bank Tabungan Negara (Persero)...

SKK Bantah Terkait Under Invois Ini Keterangannya

Telegraf – Menyikapi keterangan Fungsional Peneliti Dokumen Tingkat Terampil...

Indonesia Akan Menjadi Tuan Rumah Kongres IPA 2022

Telegraf - DKI Jakarta sebagai salah satu UNESCO City...

Terkait Perlindungan Konsumen OJK Terbitkan POJK Baru Berikut Isinya

Telegaf –Dalam rangka memperkuat upaya perlindungan konsumen Otoritas Jasa...