Mendag : TEI 2017 Menunjukan Kenaikan Signifikan Sekaligus Membahayakan

“Realisasinya dari perjalanan TEI ekspo itu US$  1,406 miliar  kenaikannya signifikan sekali jadi kenaikannya dari 2016 yang tercatat  US$ 1,102 miliar naik US$  1,406 miliar  kenaikan signifikan sekali kenaikannya 30 sekian persen hampir 35 persen kenaikannya yah itu membahayakan sekaligus bikin takut”

Mendag : TEI 2017 Menunjukan Kenaikan Signifikan Sekaligus Membahayakan

Telegraf, Jakarta – Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 yang diadakan Oktober lalu menunjukan kenaikan yang cukup mengembirakan, kenaikan hampir mencapai 35 persen dibanding tahun lalu dimana tahun lalu mencatat US$ 1,102 miliar  sementara tahun ini mancapai US$  1,406 miliar .

“Realisasinya dari perjalanan TEI ekspo itu US$  1,406 miliar  kenaikannya signifikan sekali jadi kenaikannya dari 2016 yang tercatat  US$ 1,102 miliar naik US$  1,406 miliar  kenaikan signifikan sekali kenaikannya 30 sekian persen hampir 35 persen kenaikannya yah itu membahayakan sekaligus bikin takut,” ungkap Enggartiasto Lukita Menteri perdagangan usai konfrensi pers di kantornya Jl, Ridwan rais, Gambir Jakarta Pusat, Senin, (6/22/27).

Enggar mengatakan Ibu dirjen yang takut karena tahun depan kita akan naikkan lagi, Bu Dirjen katakana kenaikannya dari target tapi saya minta di realisasi, tidak hanya transaksi yang meningkat pengunjungpun mengalami peninggkatan sebesar 78 persen dibanding tahun lalu.

“Kesuksesan ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya pengunjung yang mencapai 27.711 orang dari 117 negara selama 5 hari pelaksanaan TEI 2017. Jumlah ini naik 78% dibandingkan tahun 2016 sebanyak 15.567 orang. Negara dengan jumlah pengunjung tertinggi pada TEI 2017 selain Indonesia, berasal dari Jepang, Afganistan, Arab Saudi, India, dan Malaysia,” jelas Enggar.

Untuk perolehan transaksi prodak Enggar mengatakan tercatat US$ 1,28 miliar, meningkat 55,91% dibandingkan hasil transaksi produk pada ajang TEI 2016 sebesar US$ 823,06 juta. “Batu bara menjadi produk unggulan Indonesia yang menempati posisi pertama perolehan transaksi produk di TEI 2017. Transaksinya mencapai US$ 588 juta atau 45,82% dari total transaksi produk,” ujarnya.

Produk-produk lainnya yang berhasil menarik minat buyers yaitu kopi yang menghasilkan transaksi sebesar US$ 91,62 juta (7,14%), minyak esensial sebesar US$ 80,43 juta (6,27%), makanan olahan sebesar US$ 78,61 juta (6,13%), dan CPO sebesar US$ 69,58 juta (5,42%).

Sementara itu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda menyampaikan, dengan mengusung konsep business to business (B2B), TEI 2017 juga telah memfasilitasi terlaksananya penandatanganan 37 MoU misi pembelian dari 19 negara. Nilainya mencapai US$ 231,87 juta atau naik sebesar 11,50% jika dibandingkan TEI 2016 yang sebesar US$ 207,96 juta.

Dan untuk tahun depan TEI akan dilaksanakan di bulan yang sama yaitu oktober dan tempatpun sama ICE BSD, “Kami berharap TEI yang diadakan setiap tahun dapat menstimulasi para buyers untuk menjadikan Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global mereka,” pungkas Arlinda. (Red)

Credit Photo :Atti Kurnia/telegraf.co.id


 

Atti K.