May Day, GMNI Ikut Soroti Nasib Buruh di Indonesia

"Pemerintah harus bisa menyelamatkan aset-aset negara dan mengembalikan tata kelola BUMN sesuai perintah konstitusi dan UUD 1945 yang sebesar-besarnya dimanfaaatkan untuk kesejahteraan rakyat, kepentingan bangsa dan negara Indonesia tanpa terkecuali,"

May Day, GMNI Ikut Soroti Nasib Buruh di Indonesia

Telegraf, Jakarta – Puluhan ribu buruh dan pekerja dari Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) memadati lokasi strategis di Jakarta, antara lain di sekitaran patung kuda Arjuna Wiwaha di Jalan Medan Merdeka Barat, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (01/05/18). Mereka berkumpul untuk berunjuk rasa dan mengajukan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.

Para pekerja dan buruh mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB. Massa buruh yang datang dari berbagai penjuru kota Jakarta dan sekitarnya mereka memarkir kendaraan di dalam kawasan Monas. Kemudian, mereka berjalan bersama ke arah titik kumpul di patung kuda Arjuna Wiwaha, persis di depan jembatan penyeberangan orang gedung Kementerian Pariwisata.

Banyak juga disana mobil truk maupun bus komando dengan pengeras suara berupaya mengatur barisan ribuan buruh yang memanjang yang melakukan long march hingga kurang lebih dua kilometer ke arah Jalan MH. Thamrin.

“Dengan datangnya hari buruh mari kita sambut momentum ini untuk meneriakan aspirasi para buruh dan pekerja, tentu bersama hal ini adalah momen yang sangat tepat untuk menyuarakan aspirasi yang selama ini ingin dikeluarkan oleh para buruh dan pekerja, tentunya hal ini agar bisa didengarkan oleh para penyelenggara pemerintahan dan para penentu kebijakan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan upah dan regulasi tenaga kerja, agar mereka benar-benar didengarkan aspirasi dan keinginannya, dimana para buruh yang merupakan salah satu penopang jalannya roda kehidupan ekonomi bangsa, maka buruh harus bisa hidup layak dan sejahtera serta mendapatkan pengupahan yang layak pula” ujar Wiwid Widjojo, Sekertaris Jenderal DPC GMNI Jakarta Timur di Jakarta, Selasa (01/05/18).

“Pemerintah harus bisa menyelamatkan aset-aset negara dan mengembalikan tata kelola BUMN sesuai perintah konstitusi dan UUD 1945 yang sebesar-besarnya dimanfaaatkan untuk kesejahteraan rakyat, kepentingan bangsa dan negara Indonesia tanpa terkecuali,” imbuhnya.

Adanya aksi sekitar 50.000 kaum buruh dan pekerja yang tergabung dalam KRPI menggelar unjuk rasa hari ini. KRPI merupakan gabungan sejumlah organisasi buruh, yakni Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Federasi Pekerja Pos Logistik Indonesia (FPPLI), Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI), Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KNASN), dan Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI).

Baca Juga  Wiranto: UU Terorisme Tak Buat Militer Jadi Super Power

“Kami semua menginginkan para buruh agar bisa hidup sejahtera, sebagaimana buruh dan kaum pekerja lainnay adalah sebagai salah satu roda penopang jalannya perekonomian bangsa. Adanya revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Kita menginginkan agar para pekerja harus hidup sejahtera,” kata, Fery A. Saragih, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur.

Sementara itu, Andi Aditya Hardinto, Ketua DPK GMNI UNJ menyebutkan berbagai elemen buruh dari sektor industri dan pelayan publik memutuskan untuk bergabung dan menyuarakan hal-hal elementer bagi perbaikan nasib pekerja dalam perayaaan Hari Buruh Internasional tahun ini, melalui beberapa tuntutan kepada pemerintah antara lain :

1. Berikan upah layak sesuai kebutuhan riil,
2. Berikan jaminan lapangan pekerjaan layak bagi seluruh rakyat,
3. Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing,
4. Laksanakan reforma agraria sejati,
5. Hentikan kenaikan harga barang-barang dan kebutuhan pokok.

“Semoga, bersatunya mahasiswa dengan elemen masyarakat lainnya terutama kaum buruh akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Tentunya dengan disertai perspektif dan teori yang tepat terhadap situasi masyarakat dan perkembangannya, perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : Ribuan buruh dan pekerja berserta semua elemen masyarakat yang tergabung dalam KRPI bersiap bergerak menuju Istana Merdeka dalam peringatan May Day 2018 di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, 1 Mei 2018. | File/Dok/Ade

Share