Masjid Istiqlal Menjadi Titik Meeting Poin Para Demonstran 212

Masjid Istiqlal Menjadi Titik Meeting Poin Para Demonstran 212

“Ini malah di televisi kami seolah-olah yang menganiaya Ahok. Kami kaum Muslimin yang teraniaya,”

Masjid Istiqlal Menjadi Titik Meeting Poin Para Demonstran 212


Telegraf, Jakarta – Sekitar hampir ribuan orang peserta Aksi Bela Islam III (212) terpantau sudah berada di Masjid Istiqlal, Jakarta untuk berkumpul dan singgah, Kamis (1/12) malam. Keberadaan mereka untuk mengikuti aksi damai di halaman Monumen Nasional besok.

Salah seorang peserta aksi asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Uztaz Fahmi (35) mengatakan, baru pertama kali ikut aksi yang digagas oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Fahmi mengklaim, keikutsertaan dirinya dalam aksi tersebut untuk mendesak calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara karena diduga telah menistakan agama.

“Kedatangan kami tidak lain untuk mengawal kasus Ahok. Kami meminta pemerintah bersikap tegas,” ujar Fahmi di pelataran Masjid Istiqlal.

Fahmi mengatakan, dirinya baru tiba di Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB tadi. Pria berkacamata dan berkumis itu datang bersama dengan 20 warga Lubuk Linggau dengan mobil pribadi. Ia mengaku, butuh waktu sekitar 16 jam menuju Jakarta dari tempat tinggalnya.

Lebih lanjut, Fahmi menuturkan, Ahok seharusnya mendapat ganjaran seperti Lia Eden dan Permadi yang dipenjara karena menistakan agama. Pasalnya, dengan cara itu, pemerintah dianggap adil terhadap setiap warga negara.

“Ini malah di televisi kami seolah-olah yang menganiaya Ahok. Kami kaum Muslimin yang teraniaya,” ujarnya.

Sementara itu, Fahmi meyakini aksi esok akan berjalan dengan sangat damai sebagaimana yang telah disampaikan oleh Pembina GNPF MUI Rizieq Shihab. Ia juga akan memilih meninggalkan lokasi acara jika ada aksi bentrok seperti Aksi Bela Islam II di depan Istana Negara, 4 November lalu.

Meski demikian, Fahmi menegaskan, tidak ada upaya makar dalam aksi tersebut. Ia mengklam, kedaulatan bangsa Indonesia adalah harga mati.

“Aksi besok tidak ada hubungannya dengan NKRI. Murni terkait penistaan agama. Besok juga ada salat Jumat bersama dan mendengar tausyiah,” ujar Fahmi.

Puluhan pedagang kaki lima yang menjual atribut umat Islam kembali meraup untung atas diselenggarakannya kembali aksi tersebut. Keuntungan para pedagang berkisar 30-50 persen dibanding hari biasa.

Azizin, 27 tahun, seorang pedangan foto ulama Islam mengaku, telah menjual seratus lembar foto ulama sejak kemarin di Istiqlal. Ia berkata, para pembeli merupakan massa aksi yang berasal dari luar Jakarta.

“Sejak kemarin saya jualan saya sudah megang Rp1 juta. Yang beli banyak, buat oleh-oleh atau pajangan di rumahnya,” ujar Azizin.

Hal serupa juga dialami oleh Setiadi, pedagang peci asal Garut. Ia mengaku telah menjual sekitar 50 peci sejak membuka lapaknya pada pukul 15.00 WIB.

Ia menjelaskan, selain massa aksi yang membeli, sejumlah pekerja kantor yang salat Maghrib di Istiqlal juga membeli pecinya. Ia menaruh harga bervariasi untuk peci yang dijualnya. “Harganya ada yang Rp30 ribu dan Rp50 ribu, tergantung jenisnya,” ujar Setiadi.

Selain pedagang atribut Islam, terdapat pula terapis bekam dan pijat di halaman Istiqlal. Mereka terlihat melayanan sejumlah peserta aksi #212 dari luar kota yang kelelahan usai menempuh perjalanan panjang.

Sebelumnya, kepolisian memperkirakan jumlah massa yang akan mengikuti aksi besok sekitar 200 ribu orang. Sementara kapasitas di Silang Monas mampu menampung massa hingga mencapai 700 ribu orang. (Ist)

Foto : Massa pengunjuk rasa menjadikan Masjid Istiqlal sebagai titik berkumpul. | Ist. Photo


KBI Telegraf

close