Laba Danamon Naik 21 Persen Di Kwartal III 2017

“Tahun ini untuk industri perbankan khusus untuk Danamon, khusus untuk kualitas aset Danamon membaik, total kridit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) turun 6 persen, untuk tahun ini tidak banyak bank yang memiliki kinerja menurunkan total portofolio kredit bermasalah sementara Danamon turun 6 persen menjadi 3,9 persen dengan NPL dikisaran 3 persen”

Laba Danamon Naik 21 Persen Di Kwartal III 2017


Telegraf, Jakarta – PT Bank Danamon Tbk (Danamon) mencatat pembukuan pada kwartal ke III 2017 sebesar Rp3 triliun setara naik 21 persen dibanding tahun lalu pada periode yang sama, pertumbuhan ini di dorong oleh pendapatan bunga bersih (net interest income) akibat proses transformasi yang sedang berjalan, serta pengelolaan biaya operasional yang baik dan juga biaya kredit (cost of credit) yang lebih rendah.

Hal itu di ungkapkan Chief Financial Officer Danamon Vera Eve Lim, saat paparan kinerja triwulan ke III 2017 di kantornya, jl. HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan,Senin (30/10/17) .

“Tahun ini untuk industri perbankan khusus untuk Danamon, khusus untuk kualitas aset Danamon membaik, total kridit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) turun 6 persen, untuk tahun ini tidak banyak bank yang memiliki kinerja menurunkan total portofolio kredit bermasalah sementara Danamon turun 6 persen menjadi 3,9 persen dengan NPL dikisaran 3 persen,” kata Vera.

Vera juga menjelaskan kredit pada segmen Usaha Kecil dan Menengah tumbuh sebesar 10 persen setara Rp27,5 triliun sementara portofolio enterprize dari perbankan koorporasi, komersial serta institusi keuangan mengalami pertumbuhan sebesar 7 persen yaitu Rp35,7 triliun.

Untuk portofolio kredit serta trade finance tumbuh 5 persen menjadi Rp119,2 triliun dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Sementara anak perusahaan untuk pembiayaan Adira finance naik tetapi masih rendah yaitu 1 persen stara Rp44,2 triliun.

Vera menambahkan untuk pembiayaan pada Adira Finance pertumbuhannya bagus , dimana kontribusi mencapai 35 hingga 38 persen dari keseluruhan bisnis danamon yang setara Rp48 triliun dari total kredit yang disalurkan.

Sementara untuk pertumbuhan finance roda 2 tumbuh 7 persen dan roda 4 tumbuh 8 persen, jadi Vera menyebutkan industry otomotif roda 4 tumbuh positif sementara roda dua belum tumbuh positif ini yang menyebabkan perlambatan pembiayaan khususnya roda dua.

Di temui di tempat yang sama Direktur Utama Sng Seow Wah megatakan bahwa sampai akhir tahun masih, “tetap fokus dan berkompetisi pada deposito,” yang mana pada kwartal III ini menurun 9 persen setara Rp52,7 triliun melalui pelepasan pelepasan dana mahal.

Seow mejelaskan untuk Giro dan Tabungan (CASA) mengalami kenaikan 5 persen menjadi Rp47,8 triliun, sementara rasio CASA tumbuh 47,5 persen dari 43,9 persen pada tahun lalu.yaitu sebesar 5 persen. Sementara untuk rasio kredit bermasalah (Gross non-performing loan) danamon mencetak 3,3 persen yang mana msih di bawah batas yang di tentukan regulator. (nn)

Credit photo : Atti kurnia/telegraf.co.id


 

Atti K.

close